Kabar Kediri

Emak-emak di Kediri Produksi Sabun Eksklusif Berbahan Baku Buah Pepaya dan Mangga, Begini Bentuknya

Ada sejumlah varian sabun yang dihasilkan mulai sabun ekstrak buah pepaya, sabun ekstrak buah mangga dan sabun ekstrak daun sirih.

Emak-emak di Kediri Produksi Sabun Eksklusif Berbahan Baku Buah Pepaya dan Mangga, Begini Bentuknya
suryamalang.com/Didik Mashudi
Seorang Ibu hamil memperlihatkan produk sabun pepaya hasil karya Kelompok Ibu-ibu Teratai Desa Badal Pandean, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri di stan pameran produk halal Kampus IIK Bhakti Wiyata. 

SURYAMALANG.COM, KEDIRI - Memanfaatkan budidaya tanaman yang ada di pekarangan rumah, kelompok Ibu-ibu Teratai di Desa Badal Pandean, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri membuat produk inovatif sabun mandi dari bahan ekstrak buah-buahan.

Sudah ada sejumlah varian sabun yang dihasilkan mulai sabun ekstrak buah pepaya, sabun ekstrak buah mangga dan sabun ekstrak daun sirih.

Triana, staf Pengajar Kampus Institut Ilmu Kesehatan (IIK) Bhakti Wiyata Kediri menjelaskan, produk sabun dari bahan pekarangan rumah dimaksudkan untuk memberdayakan kelompok ibu-ibu yang telah membentuk Kelompok Teratai.

Bahan baku pembuatan sabun ini memang memanfaatkan tanaman yang ada di pekarangan rumah warga. Seperti tanaman buah pepaya, buah mangga dan tanaman obat daun sirih.

"Produk bahan baku sabun ini memang memanfaatkan bahan yang ada di pekarangan rumah. Sudah cukup banyak yang telah memesan sabunnya," ungkap Triana kepada Suryamalang.com, Selasa (23/7/2019).

Di Kelompok Ibu-ibu Teratai, Triana sebagai dosen pendamping sekaligus mitra kerja. Keberadaan mitra ini menjadi salah satu syaratnya untuk mendapatkan bantuan hibah penelitian.

Dijelaskan, untuk semua jenis varian sabun hasil karya Kelompok Ibu-ibu Teratai ini dijual seharga Rp 3.000 per biji. Karena dibuat sebagai sabun mandi yang esklusif, ukuran sabunnya dibuat mungil, layaknya sabun yang biasa disiapkan di hotel.

Termasuk aroma sabun terasa alami karena 100 persen dibuat natural. Dari komposisi yang tertera di kemasannya bahan sabun terdiri dari, minyak kelapa, gliserin, naoh, tea, asam stearat, pengharum, gula dan ekstrak buah sesuai varian sabunnya.

Pemasarannya sementara masih dari mulut ke mulut atau orang per orang. "Ada juga yang membeli lewat arisan, pesan lewat WA pribadi serta ikut beberapa event pameran dan bazar di Kampus IIK," jelasnya.

Sementara modal awal pembuatan sabun ekstrak buah setiap 1 Kg biayanya sekitar Rp 60.000. "Setiap satu kg produksi kita bisa menghasilkan 45 - 50 biji sabun yang siap dijual," jelasnya.

Karena masih tahap awal, untuk sementara produksinya masih dibatasi. Bulan Juli ini baru berproduksi sekitar 5 Kg sabun dari tiga jenis varian.

Selain membuat sabun mandi, Kelompok Ibu-ibu Teratai juga membuat produk nata de coco, nata de mango dan nata de pina. Namun ketiga produk nata ini masih dalam proses pembuatan. "Produk nata de coco ini rencananya akan kita pasarkan di bazar Desa Badal Pandean," ungkapnya.

Penulis: Didik Mashudi
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved