Malang Raya

Griya Batik Seng Akan Berinovasi Produksi Batik dengan Pewarna Berbahan Dasar Limbah Kopi

Griya Batik Seng akan berinovasi dalam produksi batik dengan pewarna alam, berbahan dasar limbah kopi.

Griya Batik Seng Akan Berinovasi Produksi Batik dengan Pewarna Berbahan Dasar Limbah Kopi
SURYAMALANG.COM/M Erwin
Proses produksi batik alam di Griya Batik Seng di Jalan Gondomono, Desa Sengguruh, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang. 

SURYAMALANG.COM, KEPANJEN - Griya Batik Seng akan berinovasi dalam produksi batik dengan pewarna alam, berbahan dasar limbah kopi.

Griya Batik Seng berada di Jalan Gondomono, Desa Sengguruh, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang

“Kami akan memperkaya sumber perwarna alam. Kami belajar membuat batik yang berasal dari warna limbah kopi,” terang Evi Wahyu Astutik, pengelola Griya Batik Seng kepada SURYAMALANG.COM, Selasa (23/7/2019).

Evi mengaku eksistensi usaha batik pewarna alam yang dikelolanya punya prospek yang bagus.

Menurutnya, batik yang diproduksi dengan menggunakan pewarna punya estetika seni tersendiri daripada batik yang menggunakan pewarna sintetis.

Selain itu, limbah dari produksi batik pewarna alam ramah lingkungan.

Batik Seng Sengguruh memang beda daripada batik pada umumnya.

Di tengah pesatnya modernisasi, Batik Seng masih mempertahankan cara produksi dengan menggunakan pewarna alami. Sebelum bereksperimen dengan sumber pewarna alami baru.

Pewarna Batik Seng sebelumnya hanya berasal dari tanaman seperti daun mangga, daun rambutan, sabut kelapa, kulit kayu mahoni, biji-bijian, dan tanaman lain.

“Kopi sedang populer. Kami berpikir limbah kopi itu bisa ciptakan warna khas. Ketimbang dibuang lebih baik limbah kopi kami manfaatkan,” ujar Evi.

Halaman
123
Penulis: Mohammad Erwin
Editor: Zainuddin
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved