Breaking News:

Kabar Surabaya

Pantes Oknum Instruktur Pramuka di Surabaya Ditangkap Polisi, Banyak Siswa Ngaku Jadi Korban Cabul

Modus Klasik Instruktur Pramuka Berujung Penjara, Belasan Anak Cowok Jadi Korban Cabulnya

Editor: Adrianus Adhi
ISTIMEWA
Ilustrasi 

SURYAMALANG.com - Tim Renakta Ditrreskrimum Polda Jatim menangkap seorang instruktur Pramuka yang melakukan perbuatan cabul pada siswa binaannya, Selasa (23/7/2019).

Ia bernama Rahmat Santoso Slamet (30). Selama ini ia tinggal di sebuah pemukiman di kawasan Tegalsari, Surabaya.

Sedikitnya ada 15 anak dibawah umur yang menjadi korbannya.

Para korban merupakan siswa binaan ekstrakulikuler dari lima SMP dan satu SD di Kota Surabaya.

"Rata-rata mereka adalah anak di bawah umur sekitar usia 13-15 tahun," ujar Kombes Pol Frans Barung Mangera Kabid Humas Polda Jatim, di Balai Wartawan Mapolda Jatim.

Barung mengungkapkan, belasan korban yang sementara ini diidentifikasi oleh penyidik, berjenis kelamin laki-laki.

"Kami tentu akan melibatkan, Kedokteran Polda Jatim untuk memastikan orientasi seksual pelaku," ujarnya.

Perbuatan cabul tersangka dilakukan sejak pertengahan 2016 hingga 2019.

Modusnya sederhana, ungkap Barung, pelaku mengajak beberapa siswa datang ke kediamannya dengan suatu alibi memberikan binaan khusus tentang Ilmu Kepramukaan.

"Pelaku melakukan perbuatan itu di rumahnya, jadi kelompok Pramuka anak-anak itu kan memang dibagi tim tim inti itu (Nama Timnya Minion) memang dipanggil ke rumahnya,

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved