Kota Batu

Adin Terbangun Dengar Teriakan Herlina, Saat Musibah Kebakaran Tewaskan Empat Anak di Kota Batu

Ibu yang teriak minta tolong itu tak lain adalah Herlina, istri Abdullah. Malam itu, api melalap rumah kontrakan Herlina.

Adin Terbangun Dengar Teriakan Herlina, Saat Musibah Kebakaran Tewaskan Empat Anak di Kota Batu
suryamalang.com/Benni Indo
Rumah yang terbakar di Kota Batu dan menewaskan empat orang anak semalam didatangi warga yang ingin menyaksikan musibah tersebut. 

SURYAMALANG.COM, BATU - Adin Hidayat baru saja tiba di rumah kontrakannya pada Selasa malam selepas Isya. Ia dan delapan orang temannya yang lain langsung mengambil tempat istirahat karena baru saja menghabiskan 14 jam perjalanan dari Ciamis.

Aliran listrik padam, membuat para rombongan dari Ciamis ini segera istirahat. Ketika ia tertidur lelap, sekitar pukul 21.30 WIB, Adin dan sejumlah temannya terbangun. "Ada teriakan minta tolong dari ibu depan rumah," kata Adin.

Ibu yang teriak minta tolong itu tak lain adalah Herlina, istri Abdullah. Malam itu, api melalap rumah kontrakan Herlina. Selain Herlina dan Abdullah, ada enam orang anaknya yang berada di dalam rumah.

Adin dan rekan-rekannya langsung bergegas mencari ember. Ia mencoba memadamkan api dengan air yang diangkut dengan ember.

Selang saluran air pun patah karena Adin dan rekan-rekannya panik. Mereka berusaha cepat untuk mendapatkan air.

Ia juga patahkan langit-langit rumah belakang yang terbuat dari bambu agar api tidak merambat ke rumah sebelahnya. Rumah kontrakan Adin berada tepat di belakang rumah kontrakan Abdullah. "Butuh waktu setengah jam sebelum akhirnya petugas pemadam kebakaran datang," imbuhnya.

Saat memadamkan api, Adin melihat Herlina sudah berada diluar bersama dua orang anaknya. Sementara Abdullah, tidak terlihat oleh Adin. "Kata istrinya masih ada di dalam," terangnya.

Kata Adin, ada empat orang anak yang tidur di kamar depan. Sedangkan suami istri dan dua orang anaknya yang lain tidur di bagian belakang.

Tak lama berselang, Abdullah terlihat keluar rumah. Abdullah lalu datang ke rumah kontrakan Adin untuk meminjam ponsel temannya Adin. "Nelphone seseorang atau saudaranya pinjam ponsel teman saya," katanya.

Sampai pada momen itu, Adin tidak menyadari kalau ada empat orang anak yang belum keluar dari kobaran api. Ia baru menyadari ketika Herlina mengatakan masih ada empat orang buah hatinya di dalam rumah.

Halaman
12
Penulis: Benni Indo
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved