Kabar Pasuruan

Kejari Sebut, Kasus Dispora Diduga Korupsi Massal Libatkan Banyak Pejabat Pemkab Pasuruan

Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Pasuruan menyebut praktek dugaan korupsi di lingkungan Dispora Kabupaten Pasuruan melibatkan banyak orang.

Kejari Sebut, Kasus Dispora Diduga Korupsi Massal Libatkan Banyak Pejabat Pemkab Pasuruan
suryamalang.com/Galih Lintartika
Kasi Pidsus Kejari Kabupaten Pasuruan, Denny Saputra SH 

SURYAMALANG.COM, PASURUAN - Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Pasuruan menyebut praktek dugaan korupsi di lingkungan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Pasuruan itu melibatkan banyak orang.

Dalam arti lain, akal-akalan penyalahgunaan anggaran ini dilakukan secara massal. Informasi di internal kejaksaan, mark up anggaran di sejumlah kegiatan di Dispora ini diduga melibatkan banyak pihak.

Mulai dari kalangan Pejabat Pelaksana Teknik Kegiatan (PPTK), Kepala Bidang (Kabid), bendahara dan tidak menutup kemungkinan menyeret nama Kepala Dinas (Kadis).

Kasi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Kabupaten Pasuruan, Denny Saputra SH menjelaskan, ada lima calon tersangka di kasus dugaan korupsi anggaran kegiatan Dinas Pemuda dan Olah Raga (Dispora) Kabupaten Pasuruan Tahun 2017 lalu.

Dikatakan dia, dari hasil pemeriksaan selama ini, pihaknya sudah menyimpulkan bahwa kasus ini sudah mengarah ke para calon tersangka.

Para calon tersangka ini bertanggung jawab penuh dalam kasus ini. Dikatakan dia, calon tersangka ini ada dari PPTK, Kabid dan tidak menutup kemungkinan Kadis bakal terseret di pusaran kasus dugaan mark up yang merugikan negara Rp 1,1 miliar.

"Kasus ini terus berjalan. Sementara ini, dari hasil pemeriksaan 30 lebih rekanan dan 24 pihak, sudah mengerucut ke lima calon tersangka. Kelimanya itu ada PPTK, Kabid, bendahara dan tidak menutup kemungkinan Kadis," katanya, Rabu (24/7/2019).

Ia belum merinci nama-nama calon tersangka. Kejaksaan berdalih bahwa penetapan tersangka masih menunggu salinan resmi laporan pemeriksaan kerugian negara yang sudah dilakukan Inspektorat Kabupaten Pasuruan.

"Kalau sudah ada, kami bisa segera menetapkan tersangka. Nama-namanya sudah ada, dan alat buktinya sudah lengkap terkait keterlibatan mereka untuk kasus ini. Kami masih menunggu berkas laporan kerugian negara," jelas Denny.

Sekadar diketahui, Anggaran yang menjadi pantauan penyidik tim Kejari Kabupaten Pasuruan adalah anggaran tahun 2017. Di tahun itu, Dispora menjalankan banyak kegiatan.

Mulai dari pengadaan peralatan untuk perlengkapan kantor, hingga kegiatan seperti Pekan Seni dan Olahraga Madrasah Diniyah (Madin), jalan sehat sarungan dan masih banyak lagi.

Dari hasil pengumpulan barang bukti dan keterangan (pulbaket), tim penyidik menemukan sejumlah penyimpangan. Ada beberapa kegiatan yang menghabiskan sejumlah anggaran diduga kuat di mark up.

Hal itu diperkuat dengan banyaknya temuan Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) kegiatan yang tidak dipenuhi sekaligus didukung oleh bukti kuat , akuntabel dan terpercaya.

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved