Kabar Kediri

Ketut Winarno Tetap Diborgol di Rumah Sakit Usai Bacok Suami Istri di Singonegaran, Kediri

#KEDIRI - "Pelaku juga terkena parangnya, lukanya lumayan parah karena ibu jari kakinya patah. Lukanya sudah dilakukan tindakan operasi," kata polisi.

Ketut Winarno Tetap Diborgol di Rumah Sakit Usai Bacok Suami Istri di Singonegaran, Kediri
IST
Ketut Winarno tetap diborgol selama dirawat di RS Bhayangkara, Kota Kediri. Dia juga terluka karena terkena pedangnya sendiri saat membacok kerabatnya yang sepasang suami istri. 

"Pelaku juga terkena parangnya, lukanya cukup lumayan parah karena ibu jari kakinya patah. Lukanya sudah dilakukan tindakan operasi," jelas Kompol Paidi Sadiharto, Kamis (25/7/2019).

SURYAMALANG.COM, KEDIRI - Motif dan latar belakang pembacokan terhadap pasangan suami istri Tri Winarti (35) dan suaminya Didik Suharfandi (40), warga Kelurahan Singonegaran Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, masih diselidiki penyidik Polsek Pesantren, Kota Kediri.

Pengusutan kasus ini masih terkendala karena tersangka pembacokan, Ketut Winarno (43), juga dalam kondisi terluka di ibu jari kaki sebelah kiri. Luka di ibu jari kaki pelaku telah menjalani operasi di RS Bhayangkara, Kamis (25/7/2019).  

Ketut Winarno sebenarnya masih kerabat pasangan suami istri itu. 

Kapolsek Pesantren Kompol Paidi Sadiharto saat dikonfirmasi SuryaMalang.com menjelaskan, tersangka yang juga warga Kelurahan Singonegaran itu terluka karena terkena pedang yang dibawanya.

Lindungi Suami dari Pembacokan di Kediri, Wanita 35 Tahun Terluka di Kepala, Kaki, dan Tangan

SURYAMALANG.COM | IG: @suryamalangcom
SURYAMALANG.COM | IG: @suryamalangcom (.)

"Pelaku juga terkena parangnya, lukanya cukup lumayan parah karena ibu jari kakinya patah. Lukanya sudah dilakukan tindakan operasi," jelas Kompol Paidi Sadiharto, Kamis (25/7/2019).

Karena tersangka dan korban masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit sehingga belum bisa diperiksa penyidik. "Baik korban dan pelaku semuanya masih dalam perawatan di rumah sakit," jelasnya.

Untuk mengawal pelaku pembacokan juga ditugaskan seorang anggota kepolisian yang melakukan penjagaan di ruangan tempat pelaku dirawat.

Selain itu sesuai prosedur, pelaku juga dilakukan tindakan pengamanan dengan diborgol tangannya.

Sementara dari keterangan warga sekitar TKP menyebutkan, kasus pembacokan itu diduga dilatarbelakangi dendam pribadi. Sebenarnya antara pelaku dengan korban masih ada hubungan kerabat.

Dugaan sementara, penyebab pembacokan karena persoalan rumah. Korban menempati rumah yang sebelumnya juga ditempati pelaku. Namun, pelaku kemudian tidak lagi tinggal serumah.

Dalam kasus pembacokan ini tersangka bakal dijerat dengan pasal 354 sub 351 (2) KUHP karena melakukan penganiayaan berat yang mengakibatkan korban terluka.

Penulis: Didik Mashudi
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved