Breaking News:

Kabar Surabaya

Kisah Kurir 15.410 Butir Ektasi, Fitriani Marsela dan Suami, dari Sulawesi Tenggara hingga Surabaya

KURIR EKSTASI - Saiful Pagala bersama istrinya, Fitriani Marsela, asal Sulawesi Tenggara diadili di Pengadilan Negeri Surabaya, Rabu (24/7/2019). Pasa

Editor: yuli
Syamsul Arifin
TIGA TERDAKWA - Saiful Pagala bersama istrinya, Fitriani Marsela, asal Sulawesi Tenggara diadili di Pengadilan Negeri Surabaya, Rabu (24/7/2019). Pasangan suami istri itu menjadi kurir 15.410 pil ekstasi bersama temannya, Asmanto. 

KURIR EKSTASI - Saiful Pagala bersama istrinya, Fitriani Marsela, asal Sulawesi Tenggara diadili di Pengadilan Negeri Surabaya, Rabu (24/7/2019). Pasangan suami istri itu menjadi kurir 15.410 pil ekstasi bersama temannya, Asmanto.  

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Demi mencari sesuap nasi, terdakwa Saiful Pagala rela menjadi kurir narkotika jenis ekstasi atau ineks sebanyak 15.410 butir atau sekitar 5 kilogram.

Dia bersama istrinya, Fitriani Marsela, dijanjikan pekerjaan oleh Mangopi (buron) sebagai kurir narkotika

Pengakuan ini dikatakan pria asal Sulawesi Tenggara ini pada sidang lanjutan atas kasus narkotika di Pengadilan Negeri Surabaya, Rabu (24/7/2019). 

"Saya baru kenal dengan Mangopi lewat Aji (buron), awalnya ditawari pekerjaan dengan upah yang menggiurkan. Saya diberi upah Rp 4 juta dari rumah ke Jakarta," ungkap terdakwa Saiful kepada jaksa Suparlan. 

Setibanya di Jakarta, terdakwa bersama istrinya serta terdakwa lainnya Asmanto menginap di sebuah hotel di Jakarta dan diberi upah Rp 10 juta. 

"Lalu saya disuruh membeli mesin press. Saya keluar dari hotel mengambil barang (inex) di depan hotel di sebuah mobil," lanjut terdakwa Saiful. 

Dia ditelepon oleh Mangopi untuk mengambil barang dan disuruh mengedarkan barang tersebut di Surabaya.

SURYAMALANG.COM | IG: @suryamalangcom
SURYAMALANG.COM | IG: @suryamalangcom (.)

Pada Minggu (2/12/2018) pukul 05.00 WIB saat kapal yang ditumpanginya bersandar di Surabaya, petugas dari BNN dan Bea Cukai sedang melakukan penggeledahan dan menemukan 8 bungkus ekstasi dalam tas Saiful Pagala.

Tas itu diletakan di atas kasur dan tiga bungkus narkotika lainnya, disimpan dalam tas Asmanto yang diletakkan di lantai samping kasur kamar di kapal tersebut. 

Jaksa Suparlan menjerat ketiga terdakwa dengan Pasal 114 ayat (2)  jo Pasal 132 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Sidang bakal dilanjutkan pekan depan untuk pembacaan surat tuntutan. Syamsul Arifin 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved