Breaking News:

Kota Batu

Sejak Tahun 90-an Benih Jeruk Bebas Penyakit Kota Batu Tak Pernah Lepas Dari Uji Laboratorium

Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro) Kota Batu tidak hanya terus mengembangkan benih jeruk bebas penyakit.

Penulis: Sany Eka Putri | Editor: Zainuddin
Ist
Petani jeruk saat mulai menanam benih jeruk bebas penyakit di Balitjestro, Kota Batu. 

SURYAMALANG.COM, KOTA BATU - Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro) Kota Batu tidak hanya terus mengembangkan benih jeruk bebas penyakit.

Tetapi benih itu juga tetap dipertahankan, dengan cara tidak pernah lepas dari uji laboratorium.

Hal itu dilakukan sejak tahun 90 an, dan sudah tersebar di lahan penelitian jeruk serta di lahan petani jeruk di Kota Batu.

Peneliti Laboratorium Balitjestro Kota Batu, Sumardi, mengatakan pengembangan benih itu tidak lepas dari uji laboratorium.

Karena untuk mengetahui ketahanan dari benih tersebut. Walau di satu sisi, benih itu sudah berkali-kali panen.

“Untuk menjaga kualitasnya tetap tidak lepas dari pengamatan melalui uji laboratorium. Karena benih itu sudah ada jaminan bebas penyakit,” kata dia, Kamis (25/7/2019).

Benih itu sudah menyebar di mana-mana di petani di Kota Batu.

Ia menyebutkan benih jeruk bebas penyakit itu memiliki kelebihan.

Seperti masa panen yang lebih cepat, lalu tidak akan terkena penyakit.

“Penggunaan obat tetap dipakai, untuk mencegah. Lalu yang diutamakan adalah penggunaan pupuk yang kualitasnya baik,” imbuhnya.

Sampai saat ini jumlah lahan yang telah dipanen jeruk di Kota Batu kurang lebih ada 13 hektare. Dengan rincian ada di Desa Punten, lalu di Desa Tlekung.

Plt Kepala Balitjestro Dr. Muchammad Cholid menambahkan menghasilkan benih pokok Blok Pengaduan Mata Tempel (BPMT) jeruk bebas penyakit ini merubah wajah industri perbenihan jeruk.

Apalagi Balitjestro sebagai lembaga yang telah ditetapkan sebagai Pusat unggulan Ilmu pengetahuan dan teknologi mempunyai tugas untuk menyampaikan inovasi teknologi jeruk.

“Perbenihan jeruk bebas penyakit ini selangkah lebih maju. Ini juga salah satu faktor kunci untuk menentukan keberhasilan agribisnis jeruk,” kata Cholid.

Selain itu menurutnya perlu diperhatikan adalah menyangkut sistem produksi benih, sertifikasi benih. Serta pengawasan peredaran benih jeruk hingga aspek penggunaan benih yang lebih spesifik lokasi.

Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved