Kabar Blitar

Wanita Penghina Presiden Joko Widodo Di Blitar Ajukan Penangguhan Penahanan, Alasan Kemanusiaan

Ida melalui pengacaranya sudah mengirimkan surat permohonan pengajuan penangguhan penahanan ke Polres Blitar Kota.

Wanita Penghina Presiden Joko Widodo Di Blitar Ajukan Penangguhan Penahanan, Alasan Kemanusiaan
SURYAMALANG.COM/Samsul Hadi
Ida Fitri (berjilbab di belakang penyidik) saat keluar dari ruang pemeriksaan untuk di bawa ke sel tahanan wanita di Polsek Sukorejo, Rabu (17/7/2019). 

SURYAMALANG.COM, BLITAR - Ida Fitri (44) tersangka kasus penghinaan terhadap Presiden RI Joko Widodo di media sosial mengajukan penangguhan penahanan. Ida melalui pengacaranya sudah mengirimkan surat permohonan pengajuan penangguhan penahanan ke Polres Blitar Kota.

"Kami mengajukan penangguhan penahanan untuk klien kami (Ida). Alasan permohonan pengajuan penahanan demi rasa kemanusiaan," kata Pengacara Ida Fitri, Oyik Rudi Hidayat SH, Kamis (25/7/2019).

Oyik tidak menjelaskan secara detail alasannya mengajukan penangguhan penahanan untuk Ida. Dia hanya mengungkapkan, pengajuan penangguhan penahanan untuk kliennya demi rasa kemanusiaan.

"Klien kami akan kooperatif, dia tidak akan melarikan diri dan menghilangkan barang bukti. Ini hanya demi kemanusiaan saja," ujarnya.

Dikatakannya, surat permohonan pengajuan penangguhan penahanan untuk kliennya sudah dikirim ke Polres Blitar Kota sejak Jumat pekan lalu. Sampai sekarang, pengacara masih menunggu keputusan dari penyidik Polres Blitar Kota.

"Suratnya sudah masuk Jumat pekan lalu, kami masih menunggu keputusan dari penyidik," katanya.

Kasat Reskrim Polres Blitar Kota, AKP Heri Sugiono mengatakan, surat permohonan pengajuan penangguhan penahanan memang sudah masuk di Polres Blitar Kota. Penyidik masih mempertimbangkan pengajuan penangguhan penahanan dari pengacara tersangka.

"Suratnya sudah masuk, masih kami proses. Kami menunggu kebijakan dari pimpinan," katanya.

Dikatakannya, proses penyidikan kasus itu di Polres Blitar Kota sudah selesai. Penyidik sudah merampungkan berita acara pemeriksaan kasus itu. Penyidik sudah melimpahkan berita acara pemeriksaan ke Kejaksaan Negeri Blitar.

"Berkas pemeriksaannya sudah selesai, sudah kami limpahkan ke kejaksaan. Kami masih menunggu proses penelitian dari kejaksaan. Kami belum tahu apakah jaksa menyatakan berita acara pemeriksaan sudah lengkap atau belum," katanya.

Seperti diketahui, Satreskrim Polres Blitar Kota akhirnya menetapkan Ida Fitri sebagai tersangka pada Senin (8/7/2019) lalu. Polisi juga sudah menahan Ida pada Senin (17/7/2019) lalu.

Polisi menjerat Ida dengan pasal 45 a ayat 2 jo pasal 28 ayat 2 UU ITE jo pasal 207 KUHP dengan ancaman hukuman di 6 tahun penjara.

Lewat akun facebook Aida Konveksi miliknya, Ida diduga telah menyebarkan konten berisi penghinaan terhadap lambang negara. Ada dua foto yang diunggah oleh akun facebook Aida Konveksi.

Foto pertama yang diunggah gambar mumi yang pada bagian wajahnya diedit dengan foto Presiden RI Joko Widodo. Lalu ada tambahan narasi 'the new firaun' pada foto itu.

Foto kedua menggambarkan seorang hakim lengkap dengan pakaiannya dan pada bagian wajah diedit dengan gambar anjing. Ada tambahan keterangan 'iblis berwajah anjing' pada foto kedua ini. 

Penulis: Samsul Hadi
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved