Kabar Banyuwangi

Bersama Binaragawan Ade Rai, BPJS Kesehatan Banyuwangi Libatkan Toga dan Tomas Sosialisasi JKN-KIS

Dari total jumlah penduduk Banyuwangi yang 1,7 juta jiwa, masih 51,2 persen atau 887.448 jiwa yang menjadi peserta JKN-KIS.

Bersama Binaragawan Ade Rai, BPJS Kesehatan Banyuwangi Libatkan Toga dan Tomas Sosialisasi JKN-KIS
suryamalang.com/Haorrahman
Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas bersama Kepala BPJS Kesehatan Banyuwangi, Wahyu Santoso dan Binaragawan Ade Rai saat sosialisasi JKN - KIS 

SURYAMALANG.COM, BANYUWANGI - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Banyuwangi merangkul tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk mengajak masyarakat mengikuti program jaminan kesehatan nasional (JKN). Hadir pula Brand Ambassador BPJS Kesehatan Tahun 2019, atlet binaraga nasional Ade Rai.

Kegiatan yang bertajuk Sosialisasi Program JKN – KIS (Kartu Indonesia Sehat) dan Pola Hidup Sehat ini digelar di Pendopo Banyuwangi, Kamis (25/07/2019). Acara yang dihadiri ratusan toga dan tomas ini dibuka Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas.

Bupati Anas mengapresiasi BPJS yang menggelar sosialisasi dengan melibatkan toga dan tomas. Menurut dia, peran mereka yang bersinggungan langsung dengan masyarakat akan memudahkan penyebaran informasinya.

“Toga dan tomas ini punya peran penting di masyarakat. Pemkab sendiri telah melibatkan tokoh masyarakat untuk menyukseskan program daerah,” kata Anas.

Dalam kesempatan itu, Anas berpesan kepada toga dan tomas untuk berperan aktif mendorong gaya hidup sehat di masyarakat. Bahkan, lanjut dia, pemkab telah gencar mendorong puskesmas menjadi mal orang sehat.

“Puskesmas harus menjadi mall orang sehat. Jadi orang ke Puskesmas bukan hanya pas sakit, tapi juga ketika sehat harus kontrol ke Puskemas agar terus sehat,” ujar Anas.

Selama ini, lanjut Anas, paradigma pengelolaan kesehatan masih berkutat pada ”paradigma sakit.” Hal itu didorong kebiasaan warga yang baru ke fasilitas layanan kesehatan hanya ketika sakit saja. Sehingga anggaran banyak tertuju ke pelayanan rujukan yang berorientasi ke pengobatan, bukan pencegahan.

”Berapa pun anggaran yang disiapkan BPJS maupun pemerintah, namun bila upaya preventif tidak dilakukan, maka akan jebol juga dananya. Untuk itu, kami minta toga dan tomas bisa membantu kami menyosialisasikan gaya hidup sehat di kalangan warga,” kata Anas.

Apa yang disampaikan Bupati Anas ini direspon positif oleh Ade Rai. Menurut dia, gaya hidup sehat perlu digalakkan dari sekarang.

“Daripada uang daerah habis untuk membiayai penyembuhan penyakit, mending warga diajak hidup sehat sehingga dananya bisa dimanfaatkan untuk hal lain. Kalau di Banyuwangi, mungkin bisa dimanfaatkan untuk membuat festival atau program pendidikan dan kesehatan. Itu jauh lebih bermanfaat,” ucap pemilik nama lengkap, I Gusti Agung Kusuma Yudha Rai.

Halaman
12
Penulis: Haorrahman
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved