Kabar Tulungagung

Bersihkan Sampah Plastik untuk Lindungi Penyu Bertelur, Aktifitas Relawan Penjaga Pantai Tulungagung

Penyu kerap naik untuk bertelur di pantai tersebut. Namun kondisi pantai itu kini semakin memprihatinkan, karena banyak sampah berserakan.

Bersihkan Sampah Plastik untuk Lindungi Penyu Bertelur, Aktifitas Relawan Penjaga Pantai Tulungagung
suryamalang.com/David Yohanes
Para aktivis konservasi penyu mengambil telur penyu, di Pantai Jung Pakis, Desa Jengglungharjo, Kecamatan Tanggunggunung, Kabupaten Tulungagung. 

SURYAMALANG.COM, TULUNGAGUNG - Pantai Jung Pakis di Desa Jengglungharjo, Kecamatan Tanggunggunung adalah pantai yang masih perawan. Pantai ini secara mandiri dijadikan lokasi konservasi penyu oleh Pokdarwis Sanggarria maupun pemerintah desa setempat, serta Perhutani.

Butuh perjuangan berat untuk mencapai lokasi ini. Tempatnya ada di balik bukit, dengan jalan berupa semak belukar.

Untuk ke lokasi ini, hanya bisa ditempuh dengan jalan kaki atau sepeda motor yang dimodifikasi menjadi trail. Aksesnya hanya jalan setapak mirip lorong belukar, sesekali diselingi tebing dan jurang.

Butuh sekitar 30 menit perjalanan di atas motor, dengan jalan berat dan menguras stamina. Pantai Jung Pakis lebarnya hanya sekitar 150 meter, namun langsung menghadap ke Samudera Hindia.

Pasir pantainya berwarna putih dan sangat lembut. Karena akses yang sulit membuat jarang ada orang yang datang ke lokasi tersebut.

Karena itu, penyu kerap naik untuk bertelur di pantai tersebut. Namun kondisi pantai itu kini semakin memprihatinkan, karena banyak sampah berserakan.

Mulai dari sampah bonggol kayu, ranting hingga sampah plasti berbagai ukuran. Sampah plastik ini berasal dari terowongan Niyama, di Desa Besole, Kecamatan Besuki.

“Kalau terowongan dibuka, terutama musim hujan, di sini penuh sampah plastik,” kata Tomi Purwoatmojo dari BUMDes Mulyoharjo, Desa Jengglungharjo, salah satu pegiat konservasi penyu.

Terowongan Niyama adalah muara dari dua sungai besar, Parit Raya yang berasal dari Trenggalek dan parit Agung yang berasal dari Tulungagung.

Terowongan ini membuang air dari kedua sungai itu ke laut selatan, tepatnya di Pantai Sidem. Jika ditarik garis lurus, jaraknya sekitar 10 kilometer ke Pantai Jung Pakis. Namun sampah yang dikirimkan ke pantai ini sangat banyak.

Halaman
12
Penulis: David Yohanes
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved