Kabar Surabaya

Kembangkan Pelabuhan Peti Kemas di Gresik, PT Maspion Bangun Kerjasama dengan Dubai Port World Asia

PT Pelabuhan Maspion menjajaki kerjasama dengan Dubai Port World Asia salah satu operator pelabuhan laut dan fasilitator perdagangan terbesar di dunia

Kembangkan Pelabuhan Peti Kemas di Gresik, PT Maspion Bangun Kerjasama dengan Dubai Port World Asia
Ist
PT Pelabuhan Maspion menjajaki kerjasama dengan Dubai Port World Asia, salah satu operator pelabuhan laut dan fasilitator perdagangan terbesar di dunia dari UEA. 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - PT Pelabuhan Maspion menjajaki kerjasama dengan Dubai Port World Asia salah satu operator pelabuhan laut dan fasilitator perdagangan terbesar di dunia dari UEA.

Kerjasama kedua perusahaan tersebut disaksikan langsung oleh Presiden RI Joko Widodo dan Putra Mahkota Uni Emirat Arab, Sheikh Mohammed Bin Zayed Al Nahyan bertempat di Istana Bogor (24/7/2019).

PT Maspion dan DP World Asia bekerja sama dalam hal membangun pengembangan dan pengoperasian terminal peti kemas di Kawasan Industri Maspion yang terletak di Manyar Gresik. Oleh karenanya, kerjasama ini diyakini dapat memperkuat sektor ekonomi di Jatim.

Di dalam kerjasama ini, DP World Asia siap membantu cost shaaring kepemilikan 49 persen dengan nilai investasi USD1,2 Miliar dan 3 juta TEUS kapasitas. Sekaligus, menggunakan tenaga listrik dalam operasinya untuk membantu mengurangi emisi karbon.

“Proyek ini diharapkan mulai beroperasi akhir tahun ini dan operasi komersial sedang direncanakan untuk paruh pertama tahun 2022,” kata President Direktur sekaligus CEO Maspion Group, Alim Markus dikutip dari rilis yang diterima Suryamalang.com, di Surabaya, Kamis (25/7/2019).

Alim Markus berharap, dengan adanya perjanjian ini terminal, peti kemas dapat terintegrasi dengan taman logistik sehingga memberikan pengaruh penting sebagai gerbang pedagangan yang ada di Jawa Timur. Sekaligus, menjadikan langkah baru dalam ekspansi yang berkelanjutan.

Chairman dan CEO dari DP World Group, dan Chairman dari Ports, Customs & Free Zone Corporation Sultan Ahmed Bin Sulayem menjelaskan, kemitraan itu menjadikan tambahan untuk portofolio global dan langkah baru dalam ekspansi yang berkelanjutan.

“Kerjasama ini akan menjadi komitmen kami berkelanjutan antara UEA dan Indonesia, sehingga dapat meningkatkan ekonomi dunia dan dapat membina hubungan yang lebih baik lagi,” harap Sultan Ahmed dikutip dari rilis yang sama.

Setelah berakhir konsesinya dengan Pelindo III di Terminal Peti Kemas Surabaya pada bulan April 2019, PT Pelabuhan Maspion tetap optimis dengan perkembangan ekonomi Indonesia yang telah tumbuh sekitar 5 persen per tahun. Prospek ekonomi dan angka through put peti kemas tumbuh di Surabaya, Gresik, dan Sidoarjo - Jawa Timur dan pada tahun 2018 telah mencapai sekitar 4 juta TEUS. Dengan pertumbuhan itu, DP World memproyeksikan angka tersebut dapat mencapai 8 – 9 juta TEUS pada tahun 2034.

Selain itu, DP World juga bekerja sama dengan Maspion Group untuk mendirikan Kawasan Industri sekaligus Pusat Logistik baru di wilayah yang sama. Hal ini didukung oleh Kementerian Perhubungan untuk pengembangan Terminal Peti Kemas.

Hal ini bertujuan untuk menciptakan simbiosis mutualisme dengan keberadaan Terminal Peti Kemas dan menyediakan basis logistik kelas dunia dan terkemuka di Jawa Timur. Serta, berperan sebagai gerbang utama bagi perkembangan ekonomi di Indonesia bagian Timur. 

Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved