Kabar Tulungagung

Padukan Wisata dan Konservasi Satwa Penyu, Pemdes Jengglungharjo Butuh Pihak Lain di Tulungagung

Tingkat penetasan telur penyu yang ditemukan mencapai 80 persen. Namun selama ini belum ada pihak lain yang ikut membantu konservasi penyu itu.

Padukan Wisata dan Konservasi Satwa Penyu, Pemdes Jengglungharjo Butuh Pihak Lain di Tulungagung
suryamalang.com/David Yohanes
Proses evakuasi telur penyu di Pantai Jung Pakis, Desa Jengglungharjo, Kecamatan Tanggunggunung, Kabupaten Tulungagung. 

SURYAMALANG.COM, TULUNGAGUNG - Para aktivis konservasi penyu menemukan 158 telur penyu di Pantai Jung Pakis, Desa Jengglungharjo, Kecamatan Tanggunggunung, Kamis (25/7/2019). Delapan di antaranya dipastikan rusak, dan tidak bisa menetas.

 Sisanya, 150 butir telur diangkut dengan ember ke lokasi yang aman, jauh dari jangkauan biawak. Ada empat pantai di desa Jenggungkarjo yang dulunya menjadi lokasi penyu mendarat untuk bertelur, yaitu Pantai Ngalur, Sanggar, Pathuk Gebang dan Jung Pakis.

Namun Pantai Ngalur dan Pantai Sanggar kini tidak lagi disinggahi penyu, karena sudah jadi lokasi wisata. Apalagi tanaman pandan hutan yang menjadi sinyal penyu, juga semakin sulit ditemui.

Anggota Pokdarwis Sanggarria bersama aktivis konservasi mencoba menjaga Pantai Jung Pakis dan Pathuk Gebang, untuk menjadi lokasi pendaratan penyu.

Kepala Desa Jengglungharjo terpilih, Rudi Santoso mengatakan, pihaknya akan membentuk kelompok untuk mengurusi konservasi penyu ini.

 “Nantinya saya akan bentuk kelompok-kelompok, termasuk kelompok penyu. Kelompok ini yang khusus mengurusi penyu,” terang Rudi.

Rudi menegaskan, sebagai Kades baru dirinya punya komitmen untuk melindungi dua pantai tempat penyu bertelur. Pihaknya berharap tetap bisa menyandingkan fungsi wisata, dengan fungsi konservasi.

Karena itu, Rudi akan menjalin kerjasama dengan Dinas Pariwisata, maupun dinas terkait pelestarian penyu. “Dua pantai itu tetap dijaga tetap perawan, namun tetap menjadi bagian wisata,” sambung Rudi.

Selama ini Pokdarwis Sanggarria telah punya kemampuan dan pengetahuan konservasi penyu. Tingkat penetasan telur penyu yang ditemukan mencapai 80 persen. Namun selama ini belum ada pihak lain yang ikut membantu konservasi penyu di tempat ini.

“Kami akan ajukan kerja sama dengan pihak terkait, untuk membantu konservasi penyu,” ujar Rudi.

Selama ini, telur penyu yang ditemukan dievakuasi ke desa, untuk menghindari serbuan biawak maupun pemburu liar. Salah rencana yang mungkin bisa dilakukan adalah membuat lokasi penetasan di Pantai Sanggar.

Pantai ini sudah menjadi tempat wisata, dan ada warga yang punya warung di sini. Selain lebih aman, saat penyu menetas bisa menjadi atraksi wisata. Penyu adalah hewan yang dilindungi secara internasional.

Saat penyu menetas, secara alami akan menjadi santapan ikan-ikan di laut. Namun saat sudah dewasa, penyu mempunyai fungsi memakan parasit di terumbu karang.

Karena penyu terumbu karang menjadi sehat, dan jika terumbu karang sehat, maka biota laut terjaga kelestariannya, termasuk ikan-ikan konsumsi. 

Penulis: David Yohanes
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved