Breaking News:

Kabar Lamongan

PMII Lamongan Gelar Aksi Demo Tolak Raperda Miras di DPRD, Sempat Ricuh Dihadang Petugas Kepolisian

Sekitar 70 aktivis yang tergabung dalam PC Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) menggelar aksi demo menolak Perda Miras di Gedung DPRD Lamongan

Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Achmad Amru Muiz
suryamalang.com/Hanif Manshuri
Aktivis PMII Lamongan saat menggelar aksi demo menolak Raperda Miras di gedung DPRD Lamongan. 

SURYAMALANG.COM, LAMONGAN - Sekitar 70 aktivis yang tergabung dalam Pimpinan Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) menggelar aksi demo menolak Perda Miras di Gedung DPRD, Jumat (26/7/2019).

Dalam aksi demo tersebut sempat terjadi bentrok dan saling tendang dengan anggota Sabhara yang disiagakan di pintu gerbah Gedung DPRD Lamongan.

Kericuhan itu dipicu oleh peserta aksi demo yang tidak diperbolehkan masuk ke pelataran gedung dewan. Hal itu disebabkan oleh adanya kesalahpahaman antara massa dengan personil polri yang ada di garis depan.

Peserta aksi sejatinya sudah diperbolehkan masuk, namun polisi garis depan melarang. Puluhan personil Polri langsung menghalau peserta aksi demo dan terjadilah bentrokan. Massa PMII tetap bertahan dan puluhan anggota Sabhara akhirnya ditarik mundur.

Pendemo akhirnya bisa masuk, meski ada satu diantara massa kesakitan karena terkena tendangan petugas. Massa akhirnya ditemui Wakil Ketua DPRD, Sa'im didampingi anggota DPRD dari FKB, Mahfudz Shodiq, Naim dan dua anggota DPRD lainnya dengan cara lesehan.

Sa'im merespon aspirasi massa dan akan dibawa dalam pembahasan dalam Pansus. Dan siang ini akan dilakukan publik hearing.

"Melalui aspirasi yang berkembang akan mempertimbangkan dan membahas. Tidak ada golongan A, B dan C.
Saya perjuangkan, aspirasi anda akan kami bawa dan sampaikan ke pansus," tegas Saim.

Bahkan dalam publik hearing yang digelar usai shalat Jumat, dewan juga mengundang sesepuh NU, Muhammadiyah, LSM, perwakilan PMII dan Ormas lain

Jadi Perda masih dalam pembahasan yang melibatkan semua elemen masyarakat."Para sesepuh akan datang dan memberikan masukan. Kita saling mengingatkan terus," kata Saim.

Perwakilan massa PMII tetap pada tuntutannya semula agar Dewan berani membatalkan Raperda dimaksud. "Kalau miras semua golongan dilegalkan, sama halnya wakil rakyat memberi virus, dan racun pada generasi penerus bangsa," tandas Korlap Aksi, Nasihur Falahuddin.

Dewan memperkenalkan dan membebaskan Miras, dari A, B dan C. Apa dewan sudah tidak bisa berfikir waras, apa yang dilakukan dewan sekarang Generasi penerus bangsa tidak pantas melegalkan miras di Lamongan.

Satu sisi masyarakat diberikan pemahaman tentang kebaikan kepada generasi muda. "Dewan tidak pantas merestui peredaran Miras," ucap Nasihur.

Kalau tetap dilanjutkan, berarti para peminpin ingin membunuh generasi penerus bangsa. "Perda kok membebaskan segala miras jenis golongan A, B dan C," katanya.

"PMII menolak peredaran semua jenis dan golongan miras di Lamongan. Miras itu khomer, dan itu haram, apa mungkin miras dilegalkan di Lamongan. Mau diapakan Lamongan. Pemuda di Lamongan sedang terancam dengan Perda Miras," tutur Nasihur. 

Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved