Citizen Reporter

VIDEO - Diameter Kawah-kawah di Bulan Ternyata 80 Km sampai 2.000 Km, Inilah Penyebabnya

Kawah Daedalus di sisi jauh Bulan seperti yang terlihat dari pesawat ruang angkasa Apollo 11 di orbit Bulan. Daedalus memiliki diameter sekitar 80 Km.

Misi Apollo 12, 14, 15, dan 16 menempatkan beberapa stasiun seismik di Bulan antara tahun 1969 dan 1972. Mereka menciptakan jaringan seismik ekstraterestrial pertama (ALSEP). Selama satu tahun beroperasi, lebih dari 1.000 peristiwa seismik dicatat, yang 10% dari jumlah itu dikaitkan dengan tumbukan meteoroid.

Jadi Bulan masih ditabrak oleh benda-benda angkasa, meski sebagian besar benda kecil. Namun karena tidak ada atmosfer di Bulan, tidak ada gas untuk membantu membakar batu-batu ini dari luar angkasa dan menghentikannya menabrak Bulan.

Jaringan seismik masih berfungsi hingga kemudian dimatikan pada 1977, dalam persiapan untuk misi ruang angkasa baru. Tidak ada yang menyangka bahwa seismometer ekstraterestrial yang beroperasi penuh berikutnya tidak akan ditempatkan di permukaan planet (Mars) sampai 40 tahun kemudian.

Saat ini, dari Bumi, menggunakan teleskop kecil, dengan disertai kesabaran, Anda dapat melihat apa yang disebut “kilasan tumbukan”, yang merupakan tumbukan meteorit kecil pada permukaan Bulan yang menghadap kita.

Anda harus cepat untuk melihat kilasan itu – perhatikan kotak hijau.

Berkat atmosfer di Bumi, batu-batu berukuran serupa dari ruang angkasa tidak dapat menabrak Bumi secara langsung karena mereka cenderung terbakar. Namun di Bulan, mereka menabrak permukaannya dan melepaskan energi kinetik dari tumbukan melalui emisi panas yang membara. THECONVERSATION.COM

Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved