Kabar Banyuwangi

Capai Target, Banyuwangi Ubah RPJMD untuk Pacu Kinerja Sesuaikan Kondisi Terkini

Salah satu yang mendasari perubahan tersebut adalah target kinerja pada saat penyusunan RPJMD tahun 2016-2021 telah tuntas sejak tahun 2017.

Capai Target, Banyuwangi Ubah RPJMD untuk Pacu Kinerja Sesuaikan Kondisi Terkini
suryamalang.com/Haorrahman
Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas saat menyampaikan perubahan RPJMD Kabupaten Banyuwangi. 

SURYAMALANG.COM, BANYUWANGI - Pemkab Banyuwangi melakukan perubahan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2016 – 2021. Salah satu yang mendasari perubahan tersebut adalah target kinerja pada saat penyusunan RPJMD tahun 2016-2021 telah tuntas sejak tahun 2017.

“Ada tiga hal yang melandasi perubahan tersebut, yakni penyesuaian regulasi penyusunan RPJMD, hasil evaluasi yang menunjukkan adanya isu-isu yang telah tercapai, serta munculnya prioritas dan arah pembangunan baru yang berimplikasi pada desain kelembagaan,” kata Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas.

Anas menjelaskan, target kinerja yang telah terlampaui antara lain Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tahun 2018 telah tercapai 70,03 dari target RPJMD yang 68,31. Angka kemiskinan yang kini sudah 7,8 persen, dari target yang 8,55 persen. Indeks Pembangunan gender tercapai 90,72 dari targetnya yang 85,86. Begitu halnya dengan Indeks Kepuasan Masyarakat tercapai 80,08 dari target 79,23.  

“Selain penuntasan target kinerja, perubahan RPJMD juga kami lakukan karena dari hasil evaluasi menunjukkan munculnya isu-isu baru yang urgen untuk dituntaskan hingga akhir periode RPJMD 2021. Untuk itu, kami melakukan penajaman sejumlah program untuk kami masukkan dalam RPJMD,” kata Anas.

Selain fokus pada pengembangan SDM, revisi RPJMD kali ini juga berupaya untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Di tengah perlambatan ekonomi global dan ketakpastian perekonomian nasional, pengembangan pariwisata menjadi opsi yang diambil Banyuwangi dalam pengembangan ekonomi.

“Setiap dinas harus bisa menjadi dinas pariwisata, setiap tempat adalah destinasi dan setiap aktivitas harus bisa menjadi atraksi,” pesan Anas.

Pariwisata sendiri, imbuh Anas, tidak melulu di destinasi wisata yang telah ada. Namun, harus bisa dikembangkan hingga di tingkat desa. Melalui BUMDes, bisa menjadi penggerak utama pariwisata di seluruh pelosok desa.

“Menteri PDT telah menyampaikan bahwa dana desa tahun depan akan meningkat menjadi Rp 400 triliun. Ini bisa menjadi modal penting bagi desa untuk membangun destinasi wisata dan infrastruktur lainnya guna meningkatkan pemberdayaan masyarakat,” pesan Anas.

“Semua desa harus bisa menjadi desa kreatif. Segala potensi yang dimiliki bisa dikreasikan menjadi destinasi wisata yang unik dan bisa meningkatkan ekonomi masyarakat,” terangnya.

Anas juga mengharapkan, semua warga dan pengunjung bisa menjadi public relation (PR) bagi pariwisata Banyuwangi. “Promosi itu penting untuk meningkatkan kunjungan wisatawan. Tapi, yang lebih penting adalah testimoni dari setiap pengunjung. Untuk itu, perlu adanya peningkatan layanan,” tegasnya.

Halaman
12
Penulis: Haorrahman
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved