Breaking News:

Malang Raya

Ibu Kota Heritage Harus Prioritaskan Konservasi

Dwi Cahyono menyambut baik rencana Pemkot Malang menjadikan kawasan Kayu Tangan sebagai ‘Ibu Kota Heritage’.

Penulis: Benni Indo | Editor: Zainuddin

SURYAMALANG.COM, KLOJEN – Pemerhati sejarah dan heritage asal Kota Malang, Dwi Cahyono menyambut baik rencana Pemkot Malang menjadikan kawasan Kayu Tangan sebagai ‘Ibu Kota Heritage’.

Senyampang itu, Dwi juga mengingatkan agar konsep Ibu Kota Heritage tidak semata-mata untuk pariwisata.

Justru yang diprioritaskan adalah untuk kawasan konservasi. Menurut Dwi, hal itu lebih penting karena bisa memberikan nilai edukasi kepada masyarakat yang berkunjung.

“Jadi masyarakat tahu apa yang harus dan tidak harus dilakukan ketika berada di kawasan konservasi,” kata Dwi kepada SURYAMALANG.COM, Sabtu (27/7/2019).

Dwi menjelaskan, pada 2010 ia pernah mengajukan ke pemerintah agar kawasan Kayu Tangan menjadi kota pusaka nusantara dan kemudian naik kelas menjadi kelas dunia.

Dengan adanya wacana Kayu Tangan menjadi Ibu Kota Heritage, maka hal itu sejalan dengan cita-citanya.

“Ya memang Kayu Tangan, saya pernah mengajukan Kayu Tangan menuju kota pusaka nusantara dan dunia pada 2010.”

“Kalau tidak Ijen ya Kayu Tangan. Namun yang terpenting, harus ada kegiatan konservasi yang dilakukan setiap tahun,” ujar lelaki yang dikenal karena pemilik Warung Inggil ini.

Kawa Dwi, kawasan Kayu Tangan menyimpan sejarah yang panjang terhadap kehidupan Kota Malang. Di sepanjang kawasan Kayu Tangan, banyak bangunan-bangunan tua yang memiliki nilai historis.

“Harus diiringi program aksi, tidak hanya pariwisata tapi konservasi. Pendidikan, yang dilakukan menjaga tatanan yang ada di sana, ada fasad-fasad bangunan yang masih bertahan,” terangnya.

Halaman
123
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved