Kabar Madiun

PT INKA Madiun Bersama IRDC Siap Pasarkan LRT ke Pasar Internasional, Bersaing Harga Lebih Murah

PT Industri Kereta Api (Inka) sedang berusaha mempromosikan Light Rail Transit (LRT) di pasar internasional.

suryamalang.com/Rahadian Bagus
Direktur Utama PT INKA Madiun, Budi Noviantoro 

SURYAMALANG.COM, MADIUN - PT Industri Kereta Api (Inka) sedang berusaha mempromosikan Light Rail Transit (LRT) di pasar internasional. Hal itu disampaikan Direktur Utama PT Inka, Budi Noviantoro, saat ditemui, Jumat (26/7/2019) di kantornya.

"Nah sekarang ini kita memang sedang proses menuju kesana. Jadi memang kita sekarang ini harus masuk ke pasar-pasar tradisional dulu, seperti Afrika, dan Asia Selatan," kata mantan direktur logistik dan pengembangan di PT Kereta Api Indonesia ini.

Budi mengatakan, negara-negara di Afrika dan Asia Selatan membutuhkan moda transportasi yang murah dengan memiliki kapasitas yang banyak. Namun, negara-negara tersebut memiliki problem yakni masalah keuangan.

"Makanya kami oleh bu Menteri BUMN diperintah untuk membuat konsorsium antar BUMN yang mmpu menjual satu paket LRT ke luar negeri. kita sudah punya yang namanya Indonesia Railway Development Consortium (IRDC), konsorsium antara PT INKA, PT Waskita Karya, PT LEN, dan PT KAI," kata Budi.

Selain ke negara-negara Afrika dan Asia Selatan, PT INKA bersama perusahaan lain yang tergabung dalam konsorsium IRDC juga menawarkan produknya ke Filipina, Malaysia, dan negara ASEAN yang lain.

"Karena kadang-kadang mereka punya uang tetapi tidak bisa mendesain. Mereka punya uang tetapi tidak punya kemampuan untuk membangun. makanya kami diminta, IRDC itu untuk mulai membuat studi, mendesain, membangun, mengadakan, kalau perlu hingga mengoperasionalkan," paparnya.

Budi menuturkan, dalam upaya melakukan ekspansi bisnis ke pasar luar negeri ini, PT INKA juga didukung Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia atau Indonesia Eximbank.

Untuk diketahui, PT Inka telah berhasil memproduksi LRT pertama di Indonesia, yakni LRT Palembang. LRT Palembang yang menghubungkan Bandar Udara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II dengan Kompleks Olahraga Jakabaring ini dibangun untuk mendukung kegiatan Asian Games 2018 di Palembang.

Budi mengatakan, LRT Palembang merupakan hasil karya anak bangsa yang cukup unik. Sebab, jika di luar negeri LRT menggunakan rel 1435, LRT Palembang menggunakan rel 1067 dan third rail.

"LRT Palembang memang agak unik, karena ini merupakan LRT pertama di Indonesia. Pada saat itu saya masih menjabat di KAI. Jadi ini memang agak unik, kenapa, karena itu menggunakan rel 1067 dan third rail, dan itu baru pertama di Indonesia. Jadi kalau di luar negeri sudah menggunkan 1435, tapi kalau 1067 menggunakan third rail, baru pertama di Indonesia," katanya.

Selain unik, harga LRT produksi PT Inka lebih murah bila dibandingkan dengan LRT produksi negara lain. Sehingga, PT Inka optimis mampu bersaing dalam industri perkeretaapian di pasar luar negeri.

Sementara itu, di dalam negeri, sejumlah kota besar di Indonesia juga tertarik untuk memesan LRT di PT Inka seperti LRT di Palembang. Beberapa daerah tersebut di antaranya Bandung, Medan, dan Surabaya.

"Permintaan banyak dari daerah agar PT Inka bekerja sama dengan BUMN untuk investasi LRT. Surabaya sudah minta. Medan sudah minta dan Bandung juga minta. Ini sudah antre," imbuhnya.

Penulis: Rahadian Bagus
Editor: Achmad Amru Muiz
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved