Kabar Banyuwangi

Menteri Pariwisata Puji Kemegahan Karnaval Banyuwangi Ethno Carnival

Menteri Pariwisata RI, Arief Yahya membuka event Banyuwangi Ethno Carnival (BEC), Sabtu (27/9/2019).

Menteri Pariwisata Puji Kemegahan Karnaval Banyuwangi Ethno Carnival
SURYAMALANG.COM/Haorrahman
Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2019 

SURYAMALANG.COM, BANYUWANGI - Menteri Pariwisata RI, Arief Yahya membuka event Banyuwangi Ethno Carnival (BEC), Sabtu (27/9/2019). Parade kostum etnik modern ini telah ditetapkan sebagai Top 10 Wonderful Event di Indonesia.

“Banyuwangi Ethno Carnival dipilih sebagai Top 10 Wonderful Event, karena kualitasnya. Dalam setiap perhelatan, event ini memang mampu menyajikan kemeriahan. Bahkan menghadirkan wisatawan mancanegara,” kata Menpar saat membuka parade tersebut di Taman Blambangan, Banyuwangi.

BEC merupakan karnaval yang dibawakan oleh ratusan talet dalam kostum extravaganza. Pada tahun ini BEC berlangsung dengan meriah. Ribuan penonton memadati jalur yang dilalui para talent. Wisatawan domestik dan mancanegara menjadi saksi kemegahan parade kostum yang telah sembilan tahun diselenggarakan.

Bahkan event ini juga dihadiri wakil ketua DPD RI Akhmad Muqowam dan 10 kepala daerah dari berbagai wilayah nusantara. Mereka semua antusias menyaksikan event ini.

Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2019
Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2019 (SURYAMALANG.COM/Haorrahman)

"Tahun ini keren sekali. Saya bangga kepada warga Banyuwangi. Kian tahun terus meningkat kualitasnya," kata Menpar.

Menpar lalu menjelaskan mengapa BEC bisa masuk Top 10 atraksi wisata nasional. Menurutnya, Banyuwangi telah memegang prinsip 3C, yakni creative value, commercial value, dan CEO commitment.

"Kreatif itu bisa dilihat dari kemasan eventnya. Mulai koreografer, desainer kostumnya, hingga musik pengiringnya. Tiga hal ini menentukan kualitas suatu atraksi," kata Menpar.

Dari sisi komersial, pariwisata berhasil menjadi pengungkit ekonomi daerah. Perdapatan per kapita rakyat Banyuwangi, meningkat menjadi Rp 48 juta pada tahun 2018, dari Rp 20 juta pada tahun 2010.

"Terakhir, komitmen kepala daerah. Suatu daerah yang bergerak maju, pasti dipimpin kepala daerah yang berpikiran maju. Dan saya tahu betul, Bupati Anas turun sendiri untuk merancang event di daerahnya," kata Menpar.

"Banyuwangi bahkan berhasil menyabet penghargaan tertinggi sektor pariwisata dalam ajang Indonesia Attractiveness Award, mengalahkan kabupaten lain di Indonesia. Sekali lagi selamat kepada Banyuwangi," ujar Menpar.

Pada tahun ini, BEC mengangkat tema The Kingdom of Blambangan, yang mengisahkan tentang Kejayaan Kerajaan Blambangan pada masanya. Tema ini dibagi lagi dalam sepuluh sub tema yang sarat makna historis tentang kejayaan Kerajaan yang menjadi cikal bakal Banyuwangi.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan BEC bukan hanya sekedar sebuah even atraksi pariwisata. Even ini cara daerah untuk terus menghidupkan tradisi dan budaya lokal lewat cara yang dimengerti oleh dunia.

"Karnaval ini juga etalase kreativitas anak anak muda Banyuwangi untuk berkiprah di level yang lebih luas tanpa meninggalkan jati dirinya sebagai anak daerah. Inilah yang membedakan kami dengan lainnya meakipum ditampilkan falam kemasan modern namun nuansa etnik sangat kental" ujar Anas.

Setiap tahun BEC menampilkan tema yang berbeda, namun tetap berakar pada budaya lokal. Inilah yang membedakan BEC dengan karnaval lainnya di Indonesia. Tema-tema ini lalu diterjemahkan dalam kostum yang diperagakan para talent-nya.

"Secara tidak langsung, semua peserta dan penonton akan belajar sejarah dan filosofi tradisi lokal Banyuwangi yang kita angkat tiap tahunnya. Kami mengajarkan sejarah dengan cara kreatif," pungkas Anas.

Penulis: Haorrahman
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved