Liga 1
Komentar Setelah Arema FC Vs Persib Bandung, Mulai Singgung Soal Teror sampai Gol Cepat
Arema FC menang 5-1 atas Persib Bandung dalam pertandingan tunda Pekan 4 Liga 1 2019 di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang
Laporan Wartawan : Aminatus Sofya dan Dya Ayu
SURYAMALANG.COM, KLOJEN – Arema FC menang 5-1 atas Persib Bandung dalam pertandingan tunda Pekan 4 Liga 1 2019 di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Selasa (30/7/2019).
Gol Arema FC dicetak Dendi Santoso di menit 4, Makan Konate di menit 5, Arthur Cunha di menit 34, dan Rivaldi Bawuo di menit 89.
Sedangkan gol Persib dicetak Febri Haryadi.
Hasil Arema FC vs Persib Bandung ini membuat Maung Bandung tertahan di posisi 11 klasemen sementara Liga 1 2019.
Sedangkan Arema FC duduk di peringkat 4 klasemen sementara.
Berikut ini komentar setelah Arema FC vs Persib Bandung :
1. Komentar Milomir Seslija
Pelatih Arema FC, Milomir Seslija menilai kemenangan besar ini karena permainan pintar anak asuhnya.
Menurutnya, Makan Konate dkk pandai membaca permainan Persib, dan dapat mencari kelemahan Persib sehingga bisa mencetak banyak gol.
“Saya perlu memberi apresiasi kepada para pemain yang tampil pintar malam ini.”
“Mereka tampil bagus, penuh percaya diri, dan pandai memanfaatkan kelemahan lawan,” kata Milo kepada SURYAMALANG.COM.
Pelatih asal Bosnia mengungkapkan beberapa pemain yang bermain sebagai starter sedang dibekap cedera dan kondisi tidak fit, termasuk Hamka Hamzah.
“Tapi, semua pemain tampil baik. Agil dan Farizi main bagus di tengah. Konate, dan Jayus juga bagus. Dendi bisa mencetak.gol, dan banyak bergerak di lapangan,” ujarnya.
Milo juga memuji Aremania yang memberi dukungan tanpa mengenal lelah.
“Hari ini tim tampil lebih baik juga berkat Aremania yang datang sangat banyak.”
“Saya rasa Arema akan jadi tim yang tidak terkalahkan apabila Aremania terus mendukung kami seperti ini,” jelas Milo.
2. Komentar Arthur Cunha
Bek Arema FC, Arthur Cunha berhasil mencetak gol perdana untuk Arema FC di Liga 1 2019.
Pemain asal Brasil itu mempersembahkan gol tersebut untuk sang ayah Marcio Nunes.
“Saya senang dan bangga karena bisa cetak satu gol dan satu assist. Ini untuk Papa saya yang ada di sini,” kata Arthur Cunha.
Dia mengaku tidak akan dapat mencetak gol apabila tidak dibantu oleh para pemain lainnya.
“Ini semua berkat bantuan pemain, pelatih, dan Aremania yang support kami.”
“Kami berharap tim bisa selalu begitu agar bisa tetap di posisi atas,” ujarnya.
3. Komentar Robert Rene Alberts
Pelatih Persib Bandung, Robert Rene Alberts menyebut kelelahan timnya atas Arema FC disebabkan oleh teror.
Saat official training di Stadion Kanjuruhan sehari sebelum pertandingan, bus yang ditumpangi pemain Persib dilempari petasan oleh sejumlah orang.
Persib kembali mendapat tindakan intimidatif pada 30 Juli 2019 dini hari.
Sekelompok pemuda menyalakan kembang api di depan hotel yang menjadi tempat Maung Bandung menginap.
“Kami tidak bisa tidur semalaman karena teror itu. Itu sangat mempengaruhi permainan kami kali ini,” tutur Robert.
Selain teror, mental penggawa Persib makin down setelah gagal berangkat ke Stadion Kanjuruhan sesuai jadwal.
Awalnya, pihak keamanan mengkonfirmasi bahwa Supardi Nasir dan kolega harus meninggalkan hotel pukul 15.30 WIB.
Karena faktor keamanan, keberangkatan dipaksa molor sampai satu jam.
“Tim terlambat datang ke stadion dan semakin menambah tekanan,” ucapnya.
Robert bakal berbicara kepada manajemen Persib terkait teror yang diterima timnya selama berada di Malang.
Menurut dia, aksi tersebut harus dibendung agar iklim persepakbolaan Indonesia kondusif dan sportif.
“Mungkin kami bakal menyurati PSSI terkait ini. Kemarin, ada laga tim lain yang juga ditunda karena mendapat insiden yang sama. Ini sangat serius,” terangnya.
4. Komentar Ghozali Siregar
Pemain Persib, Ghozali Siregar menyebut ketertinggalan dua gol di lima menit pertama membuat mental teman-temannya down.
“Kami sudah berusaha, tapi dua gol di awal membuat kami down,” ucap Ghozali.
Geladang 27 tahun itu mengaku tidak dapat memanfaatkan peluang yang didapat secara baik.
Ghozali mendapat peluang di menit 55, namun dihalau oleh Agil.
“Saya biasanya kalau dapat bola untuk diumpankan. Mungkin tadi kurang bisa memanfaatkan peluang secara baik,” terangnya.
Ghozali mengatakan pertandingan malam ini adalah laga berat.
“Kami sudah berusaha, tapi pertandingan malam ini berat,” terang Ghozali.