Kabar Pasuruan

Mahkamah Agung Putuskan Kejaksaan Pasuruan Buka Blokir Rekening PT Pasuruan Migas (PaMI)

Kalah di tingkat Mahkamah Agung, Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Pasuruan akhirnya membuka kembali rekening PT Pasuruan Migas (PaMI) yang sempat diblok

Mahkamah Agung Putuskan Kejaksaan Pasuruan Buka Blokir Rekening PT Pasuruan Migas (PaMI)
Galih Lintartika
Kalah di tingkat Mahkamah Agung, Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Pasuruan akhirnya membuka kembali rekening PT Pasuruan Migas (PaMI) yang sempat diblokir. Rekening yang berisikan modal Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) ini akhirnya dibuka setelah diblokir sejak lama itu. Akhirnya, uang sebanyak USD263.929,12 kembali. 

SURYAMALANG.COM, PASURUAN - Kalah di tingkat Mahkamah Agung, Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Pasuruan akhirnya membuka kembali rekening PT Pasuruan Migas (PaMI) yang sempat diblokir.

Rekening yang berisikan modal Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) ini akhirnya dibuka setelah diblokir sejak lama itu. Akhirnya, uang sebanyak USD263.929,12 kembali.

Di sisi lain, Korps Adhyaksa juga diminta mengembalikan sejumlah uang tunai yang sempat disita dalam kasus dugaan korupsi di jajaran PT PaMI kala itu.

Ada uang Rp104.823.914,04 yang sempat disita Kejari Kota Pasuruan dan akhirnya dimiliki kembali oleh PT PaMI. Uang itu tersimpan rapi di dalam rekening BUMD di Bank Rakyat Indonesia (BRI) cabang Pasuruan.

Pembukaan blokir ini berdasarkan amar putusan kasasi Mahkamah Agung yang memerintahkan kejaksaan membuka kembali rekening PaMI, pada Agustus 2016 silam. Atas dibukanya pemblokiran ini, uang dalam pecahan dolar dan rupiah ini kembali ke PT PaMI sepenuhnya.

Putusan kasasi MA terkait kasus dugaan korupsi yang didakwakan kepada sejumlah jajaran manajemen PT PaMI ini tak terbukti, dan alhasil MA menguatkan putusan pengadilan setempat. Dalam arti lain, kasus ini sudah incraht.

https://facebook.com/suryamalang.tribun | SURYAMALANG.COM | IG: @suryamalangcom
https://facebook.com/suryamalang.tribun | SURYAMALANG.COM | IG: @suryamalangcom (.)

Kasi Pidsus Kejari Pasuruan, Asep Sunarsa menjelaskan, akhirnya pihaknya membuka kembali blokir rekening ini. Kata dia, pembukaan rekening tersebut itu dilakukan setelah selesai dan berunding sejumlah pihak.

"Kemarin kendalanya, karen masih harus menunggu koordinasi dari para pihak. Yang pasti karena itu adalah rekening perusahaan, ya kami kembalikan ke perusahaan,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pasuruan, Agus Setiadji mengaku belum mengetahui pasti uang yang sebelumnya menjadi barang bukti perkara korupsi akan dibawa kemana.

"Apakah akan dikembalikan ke kas daerah atau tetap berada di dalam rekening PaMI. Keputusannya harus menunggu keputusan rapat umum pemegang saham (RUPS) untuk menentukannya. Saham PaMi itu terbagi dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan 51% dan 49% swasta," urainya.

Kuasa Hukum PT PaMI Suryono Pane, menjelaskan PaMI lebih baik dibubarkan atau dilikuidasi. Bagi dia, secara bisnis sudah tak lagi memiliki visibilitas, terlebih jika dirujuk pada awal pendiriannya, yakni memberikan jasa memback up layanan gas PT Santos.

“Kalau dari (kacamata) pihak swasta sudah tak visibel. Kalau mau lanjut ya harus ada bisnis plan baru. Tinggal yang pemegang saham 51% bagaimana, apakah ada bisnis plan atau yang kedua, dilikuidasi,” terang Pane.

Penulis: Galih Lintartika
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved