Breaking News:

Nasional

Update Gempa Jakarta yang Berpusat di Banten Kemarin: 15 Rumah Rusak dan Daftar Wilayah Terdampak

Update gempa Jakarta yang berpusat di Banten kemarin: 15 rumah rusak dan berikut daftar wilayah terdampak, dan penjelasan pakar teknotik UGM.

Tribunnews.com
Update Gempa Jakarta yang Berpusat di Banten Kemarin: 15 Rumah Rusak dan Daftar Wilayah Terdampak 

Kepala Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi Kasbani mengatakan, gempa bumi dengan pusat di laut ini disusun oleh batuan sedimen berumur kuarter.

"Wilayah yang berdekatan dengan pusat gempa bumi adalah wilayah pesisir selatan Banten, Jawa Barat dan Lampung yang pada umumnya disusun oleh batuan sedimen berumur kuarter.

Batuan berumur kuarter serta batuan berumur tersier yang telah mengalami pelapukan bersifat urai, lepas, belum kompak dapat bersifat memperkuat efek guncangan gempa bumi," ujar Kasbani, Jumat (2/8/2019).

5. Alasan gempa dirasakan mulai Jogjakarta hingga Mataran 

Gempa, Pengunjung Restoran Siap Saji di Jalan Juanda Jakarta Langsung Berhamburan.
Gempa, Pengunjung Restoran Siap Saji di Jalan Juanda Jakarta Langsung Berhamburan. (TRIBUNNEWS/TAUFIK ISMAIL)

Meski berpusat di Banten, gempa Banten dirasakan di sejumlah wilayah di Pulau Jawa, seperti Yogyakarta hingga Banyuwangi dan Denpasar.

Pakar Tektonik Aktif Pusat Studi Bencana Alam Universitas Gadjah Mada, Gayatri Indah Marliyani, mengatakan, bahkan sebaran getaran gempa dirasakan hingga Mataram.

Mengapa hal ini bisa terjadi?

"Karakteristik gempa merata seperti itu, biasanya (pusat) gempanya ada di bagian dalam dari zona subduksi. Atau istilah geologinya intra-slab," ujar Gayatri dihubungi Kompas.com, Jumat (2/8/2019).

Ia menjelaskan, penyebabnya biasanya karena ada lempeng samudera yang pecah, retak, atau patah.

Hal ini mengakibatkan hiposenter agak dalam dan getarannya bisa terasa sampai ratusan bahkan mungkin ribuan kilometer.

Karakteristik gempa dengan kedalaman seperti ini umumnya sesar tidak bisa dipetakan.

6. Selektif terhadap informasi Pasca-gempa

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengimbau masyarakat untuk berhati-hati terhadap segala informasi yang ada. Masyarakat diminta mempercayai perkembangan informasi dari sumber resmi seperti BMKG dan BNPB.

Penulis: Sarah Elnyora
Editor: eko darmoko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved