Citizen Reporter

Jurnalisme Solusi, Bagaimana Sebaiknya Media Mengabarkan Krisis Iklim

Berita-berita perubahan iklim dipenuhi dengan referensi tentang memburuknya kebakaran hutan, mencairnya gletser, hingga naiknya permukaan air laut.

Editor: yuli
SURYAMALANG.com/Hayu Yudha
Helikopter Mi-8 milik BNPB membawa air dari Bendungan Selorejo akan dijatuhkan pada titik api kebakaran hutan Gunung Arjuno difoto dari Kota Batu, Sabtu (3/8/2019). Pemadaman udara memakai teknik water boombing ini dilakukan karena sebagian area yang terbakar sulit dijangkau pemadaman manual 

Pendekatan jurnalisme solusi ini ternyata dapat meningkatkan minat publik terhadap suatu subyek.

Lebih banyak fakta ≠ lebih banyak peduli

Perubahan iklim merupakan subjek yang sangat membutuhkan pendekatan berorientasi pada solusi. Buktinya sudah sangat jelas. Planet Bumi menghangat secara konstan sejak Revolusi Industri. Sebagian besar dari pemanasan itu telah terjadi selama empat dekade terakhir.

Meskipun bukti-bukti sudah jelas, keinginan politik untuk lebih serius menghadapi perubahan iklim justru yang menjadi masalah. Kenapa?

Ada banyak alasan mengapa politisi dan publik enggan berbicara tentang perubahan iklim, antara lain isu tersebut jauh dari kehidupan sehari-hari atau mereka merasa perubahan yang dilakukan tidak terlalu terlihat hasilnya bagi kehidupan mereka.

Studio Visualisasi Ilmiah NASA

Para akademisi, pemerintah, hingga jurnalis sudah lebih dulu berasumsi bahwa masyarakat akan bertindak sesuatu apabila mengetahui fakta-fakta tentang perubahan iklim.

Namun, bukti yang berkembang justru menunjukkan bahwa lebih banyak fakta bukan berarti bahwa mereka akan lebih peduli.

Penelitian Dan Kahan, seorang profesor hukum dan psikologi di Yale Law School, Amerika Serikat, dan rekan-rekannya menemukan bahwa orang yang memiliki lebih banyak pengetahuan tentang sains perubahan iklim tidak serta merta lebih peduli. Sebaliknya, kurangnya kepedulian lebih berkaitan dengan keyakinan dan nilai yang dianut oleh seseorang.

Komunikasi iklim yang efektif

Komunikasi perubahan iklim yang efektif tidak berkutat pada ide bahwa semakin banyak fakta akan berujung kepada banyak yang lebih peduli. Cara yang efektif adalah dengan memanfaatkan nilai-nilai yang dianut oleh seseorang untuk membuat publik terlibat.

Komunikator iklim yang baik akan menanyakan : pengalaman atau kejadian apa saja yang membuat orang tidak tertarik untuk mengetahui krisis iklim yang sedang terjadi?

Komunikasi iklim yang efektif dimulai dengan dasar bahwa audiens bukanlah kesatuan yang monolitik, yang pilihannya hanya tertarik atau tidak tertarik pada krisis iklim.

Cara yang baik menyampaikan pesan tergantung kepada siapa pesan tersebut dikomunikasikan baik pesan yang berisikan harapan atau peringatan bahaya.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved