Malang Raya

Program Kotaku Tuntaskan 310,38 Ha Kawasan Kumuh Kota Malang

- Sejak digulirkan tahun 2015, Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku), mampu mereduksi dan menuntaskan kawasan kumuh di kota Malang seluas 310,38 Ha.

Program Kotaku Tuntaskan 310,38 Ha Kawasan Kumuh Kota Malang
Dok Humas Pemkot Malang
Sutiaji, Walikota Malang usai menerima laporan Tim Koordinator Kotaku Kota Malang 

SURYAMALANG.com - Sejak digulirkan tahun 2015, Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku), mampu mereduksi dan menuntaskan kawasan kumuh di kota Malang seluas 310,38 Ha.

"Sesuai dengan data yang ada luas kawasan kumuh Kota Malang sebesar 608, 6 Ha (5, 53 persen dari luas kota Malang 11.606 Ha) .

Artinya hingga akhir tahun 2018 kawasan kumuh tersisa seluas 298,22 Ha.

Ini yang akan kita upayakan bisa tuntas hingga akhir 2020, "ujar Sutiaji, Walikota Malang usai menerima laporan Tim Koordinator Kotaku Kota Malang.

Ini progres yang positif, dan saya minta untuk dipush agar kota Malang zero kawasan kumuh di 2020, Imbuh Walikota Sutiaji.

Arief Prasetya, Koordinator Kota Program Kotaku, dalam laporannya menginformasikan progres pengurangan kawasan kumuh.

Tahun 2015 mampu menuntaskan kawasan kumuh seluas 71,49 Ha.

2016 berkurang seluas 17,08 Ha dan tahun 2017-2018 secara maksimal mampu berkurang seluas 221,81 Ha.

"Dari luasan kawasan kumuh (608,6 Ha diawal program, red.), bentangannya tersebar pada 29 kelurahan yang ada di kota Malang.

Dengan 3 (tiga) karakter lokasi yang menjadi kawasan kumuh yakni permukiman kumuh sempadan sungai, permukiman kumuh sempadan rel dan permukiman kumuh pusat kota, "tutur Arief.

Ada pun 3 (tiga) bidang garapan yang sering disasar dan dilakukan pada program Kotaku meliputi peningkatan kualitas permukaan jalan lingkungan, peningkatan kualitas konstruksi drainase serta prasarana dan sarana pengelolaan air limbah.

Seperti diinformasikan Tim Kotaku, kota Malang mendapatkan glontoran dana dengan rincian tahun 2015 sebesar Rp 5 M, 2016 sebesar Rp 5 M, 2017 digelontor Rp 4,7 M, di 2018 mendapatkan Rp 25 M 250 juta serta sebesar Rp 14,5 M di 2019

Editor: Adrianus Adhi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved