Nasional

AMSI Harap Pemerintah Keluarkan Regulasi untuk Perusahaan Teknologi yang Produksi Konten atau Berita

AMSI berharap pemerintah mengeluarkan regulasi jelas terhadap perusahaan teknologi yang memproduksi konten atau berita.

AMSI Harap Pemerintah Keluarkan Regulasi untuk Perusahaan Teknologi yang Produksi Konten atau Berita
SURYAMALANG.COM/Hesti Kristanti
Kepala Perwakilan SKK Migas Jawa, Bali dan Nusa Tenggara, Nurwahidi, memukul gong sebagai tanda dibukanya Lokakarya Media, ‘Pengenalan Media Ciber, Berita Hoaks, serta Peraturan yang Terkait’ di Kota Batu, Selasa (6/8/2019). 

Penyedia konten berita berbayar cukup bekerjasama dengan fintech.

Hanya dengan biaya murah, bahkan membayar lewat points yang dikumpulkan pengguna dalam aplikasi fintech, pengguna telah bisa mengakses berita.

“Bahkan yang juga akan berkembang, pembaca juga bisa dibayar ketika mengakses berita.”

“Penyedia konten mendapat iklan, lantas biaya iklan itu dishare juga dengan pembaca,” terangnya.

Dengan kehadiran berita berbayar murah,otomatis juga bisa berpengaruh pada konsumen pembaca berita siber.

Pembaca berita yang semula disuguhi berita pendek dan hanya permukaan, akan  mulai tertarik dengan berita-berita berbobot dan mendalam yang disajikan penyedia konten berita berbayar.

Pemateri lain, praktisi media Lutfi Hakim menekankan, selain hoaks, praktik ‘framing’ (pembingkaian berita) dalam jurnalisme tak kalah berbahaya.

Framing yang dibuat secara halus bisa menggantikan substansi berita, baik bertujuan positif atau negatif. Banyak berita dizonasi untuk kepentingan tertentu.

“Tulisan framing tetap berdasar kaidah jurnalistik, namun pasti ada motif.  Pelajar dulu, jangan asal ikut-ikutan memberitakan,” tuturnya.

Penulis: Hesti Kristanti
Editor: Zainuddin
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved