Universitas Brawijaya Malang

Cerita Para Penjual dan Pembeli Pernak-pernik Ospek Dekat Kampus Universitas Brawijaya (UB) Malang

Suryamalang.com sempat berbincang dengan Ivan Maulana, mahasiswa baru dari Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya (UB) Malang, Selasa (6/8/2019).

Cerita Para Penjual dan Pembeli Pernak-pernik Ospek Dekat Kampus Universitas Brawijaya (UB) Malang
Sylvianita Widyawati
Salah satu sisi penjualan pernak pernik untuk ospek mahasiswa baru di trotoar Jl Veteran dekat pintu masuk Universitas Brawijaya Malang. Juga ada lapak-lapak lain di trotoar JL Veteran dekat halte, Selasa (6/8/2019). 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Trotoar Jl Veteran depan gerbang Universitas Brawijaya (UB) Malang mulai diisi lapak-lapak penjual keperluan Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus (Ospek) mahasiswa baru.

Mereka ada sejak beberapa hari ini. Yang dijual mulai hem putih, celana hitam, sepatu, slayer, pita aneka warna, kertas aneka warna dan jenis, sandal japit, kertas kado dll. Sejumlah calon mahasiswa nampak belanja.

Suryamalang.com sempat berbincang dengan Ivan Maulana, mahasiswa baru dari Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya (UB) Malang, Selasa (6/8/2019).

Perantau asal Jakarta ini belanja dengan temannya. "Saya membeli sandal japit, kertas bufalo dan name tag. Habis Rp 28.000," kata Ivan pada Suryamalang.com.

https://facebook.com/suryamalang.tribun | SURYAMALANG.COM | IG: @suryamalangcom
https://facebook.com/suryamalang.tribun | SURYAMALANG.COM | IG: @suryamalangcom (.)

Apa yang dibelinya baru sebagian dari kebutuhan PK2MB (Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru) UB tingkat fakultas. "Untuk hem putih dan celana hitam sudah saya siapkan dari rumah," kata dia. Sandal japit warna hijau sebagai pertanda fakultas pertanian. "Saya beli karena saya perantau. Belum punya," jawabnya. Beberapa keperluan lagi akan dibeli di toko alteka.

"Juga nanti bawa tumbler isi air 600 mililiter," ungkap Ivan yang diterima di UB jalur SNMPTN. Menurut Bu Siti, penjual, yang beli tak hanya maba UB tapi biasanya perguruan tinggi lain juga beli.

"Misalkan anak UM," kata Siti yang mengaku tinggal di Sumbersari ini. Penjual di lapak ini sebagai pekerja. Karena nampaknya ada juragannya.

Sehingga mereka enggan ditanya lebih banyak. Sebab hanya membantu menjualkan dan disetorkan ke juragan. Tapi bagi maba mungkin ini membantu karena di satu titik bisa saja ada barang yang dibutuhkan tanpa harus pindah toko. Bu Siti menyatakan, penjualan kertas asturo cukup diminati. Perlembar Rp 3.000.

Wakil Rektor bidang kemahasiswaan UB menyatakan saat ada PK2MB biasanya menggerakan usaha kecil untuk kebutuhan maba. Penyambutan maba di tiga PTN di Kota Malang dimulai bersamaan pada 13 Agustus 2019. Sehari kegiatan bersama di universitas dan dilanjutkan kegiatan di fakultas.

Penulis: Sylvianita Widyawati
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved