Universitas Brawijaya Malang

Fakultas Ilmu Komputer (Filkom) UB Malang Perkuat Kurikulum Data Science dan Internet of Thing

"S2 dulu kami perkuat dengan kurikulum baru ini tahun ini. Sedang S1 mulai tahun depan. Hal ini karena ada siklusnya," jelas Dekan Filkom UB Wayan.

Fakultas Ilmu Komputer (Filkom) UB Malang Perkuat Kurikulum Data Science dan Internet of Thing
Sylvianita Widyawati
Kegiatan kuliah tamu di Filkom Universitas Brawijaya Malang, Selasa (6/8/2019). 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Menyongsong era revolusi industri 4.0, Fakultas Ilmu Komputer (Filkom) Universitas Brawijaya (UB) Malang memperkuat kurikulum di data science dan Internet of Thing (IoT). Untuk penerapannya tahun ini dimulai di jenjang S2 dulu.

"S2 dulu kami perkuat dengan kurikulum baru ini tahun ini. Sedang S1 mulai tahun depan. Hal ini karena ada siklusnya," jelas Dekan Filkom UB Wayan Firdaus Mahmudy SSi MT PhD pada Suryamalang.com, Selasa (6/8/2019).

Hal itu disampaikan di sela kegiatan kuliah tamu "Pengembangan SDM Teknologi Informasi Menyongsong Revolusi Industri 4.0" di Filkom UB. Kuliah tamu itu 300 peserta program Fresh Graduate Academy-Digitak Talent Scholarship 2019.

Menurutnya, di Teknologi Informasi perubahannya sangat cepat.

Karena itu untuk kurikulum S1 sudah mulai disiapkan tahun ini. Pilihan di dua bidang itu karena kebutuhan perusahaan besar/industri pada data science dan IoT. Hal ini juga disampaikan oleh Dr Ir Basuki Yusuf Iskandar MA, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan SDM Kominfo saat jadi pembicara di kuliah tamu itu. Bahwa dari survei, perusahaan-perusahaan membutuhkan data science dan IoT.

https://facebook.com/suryamalang.tribun | SURYAMALANG.COM | IG: @suryamalangcom
https://facebook.com/suryamalang.tribun | SURYAMALANG.COM | IG: @suryamalangcom (.)

Dikatakan Wayan, dengan data science mampu mengolah data menjadi kekuatan. Sedang IOT mampu mengonektifkan agar bisa menyimpan data dimana saja. Dikatakan Basuki, harusnya di level perguruan tinggi, perlu ada talent scouting. Tujuannya agar bisa mengetahui bakatnya dan memilih sesuai kemampuan di bidang TI.

Dari itu, bisa jadi muncul bakat yang disadari dan tidak sehingga berkembang. Maka di era revolusi industri 4.0, mahasiswa diminta terus menambah kapasitasnya agar berdaya saing. Selain melengkapi dengan hard skill, kebutuhan soft skill juga harus dipenuhi. Ini juga menjadi keinginan industri.

Sedang Arifa Febriyanti, pembicara dari PT Bit Teknologi Nusantara menyatakan IoT harus dipahami generasi milenial industri 4.0. Untuk itu tak hanya teknologinya, tapi butuh ekosistem pendukungnya. Sektor yang membutuhkan IoT antara lain transportasi dan consumer electronic. Masalah IoT bukan di operator saja namun apakah masyarakat sudah membutuhkan dan ada kesinambungan layanan.

Penulis: Sylvianita Widyawati
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved