Malang Raya

Marka Larangan Parkir di Stasiun Malang Ini Habiskan Dana Rp 200 Juta tapi Sering Dilanggar

#MALANG - Marka larangan parkir berbentuk zig zag berwarna kuning tersebut sering digunakan tempat parkir maupun tempat berhenti kendaraan.

Marka Larangan Parkir di Stasiun Malang Ini Habiskan Dana Rp 200 Juta tapi Sering Dilanggar
edgar
Marka larangan parkir berbentuk zig zag berwarna kuning tersebut sering digunakan tempat parkir maupun tempat berhenti kendaraan di depan Stasiun Kota Baru, Kota Malang. 

"Sekarang ini banyak warga yang main serobot pas di jalan raya. Seharusnya mereka tahu, mana-mana yang harus diprioritaskan. Apalagi soal marka dan rambu lalu lintas. Di Kota Malang ini sudah lengkap, tinggal bagaimana masyarakat yang menyikapinya," ujar pria lulusan Universitas Brawijaya (UB) ini.

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Parkir liar terus terjadi di area larangan parkir depan Stasiun Kota Baru, Kota Malang.

Marka larangan parkir berbentuk zig zag berwarna kuning tersebut sering digunakan tempat parkir maupun tempat berhenti kendaraan.

Meski di sana tertadapat rambu-rambu larangan parkir, rambu tersebut seakan tak mempan dalam membuat masyarakat mematuhi rambu-rambu lalu lintas.

Dari pantuan SURYAMALANG.COM, di beberapa titik di Kota Malang, marka larangan parkir tersebut lebih banyak di area zona Zoss sekolah maupun di tiap tikungan.

Hanya saja, marka tersebut memang sering digunakan tempat parkir, seperti yang berada di Jalan MGR Sugiyopranoto, sebelah di samping gereja Kayutangan.

Melihat hal itu, SURYAMALANG.COM akhirnya mengkonfirmasi fungsi marka jalan berbentuk zig zag tersebut kepada Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang pada Selasa (6/8/2019).

Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Kota Malang, Agoes Moeladi, membenarkan jika marka tersebut merupakan marka larangan parkir.

Marka jalan itu dibuat di sejumlah titik di Kota Malang pada tahun 2017 lalu dengan menghabiskan dana Rp 200 Juta.

Alasan dibuatnya marka tersebut, kata Agoes, banyak orang yang tidak mematuhi rambu-rambu lalu lintas.

Halaman
1234
Penulis: Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved