Kabar Blitar

Pemkot Blitar Keluarkan Rp 7,5 Miliar Demi Bantuan Rp 30 Miliar dari Bank Dunia untuk PDAM

Anggaran untuk PDAM Kota Blitar Rp 7,5 miliar ini sebagai pendamping dana bantuan dari Bank Dunia yang nilainya sekitar Rp 30 miliar.

Pemkot Blitar Keluarkan Rp 7,5 Miliar Demi Bantuan Rp 30 Miliar dari Bank Dunia untuk PDAM
suryamalang.com/Samsul Hadi
Salah satu bangunan tandon air PDAM Kota Blitar di Kelurahan Pakunden, Selasa (6/11/2018). Pompa air di tandon itu kondisinya sering macet. 

Anggaran untuk PDAM Kota Blitar Rp 7,5 miliar ini sebagai pendamping dana bantuan dari Bank Dunia yang nilainya sekitar Rp 30 miliar.

SURYAMALANG.COM, BLITAR - Pemkot Blitar menggelontor anggaran sebesar Rp 9 miliar untuk penambahan modal di PDAM dan BPR Artha Praja. Alokasi anggaran untuk dua lembaga milik Pemkot Blitar itu sudah ditetapkan di Perubahan APBD 2019.

"Di Perubahan APBD 2019 ini, Pemkot memberikan tambahan modal sebesar Rp 9 miliar untuk PDAM dan BPR Artha Praja," kata Wakil Ketua DPRD Kota Blitar, Totok Sugiarto usai rapat paripurna penetapan Perubahan APBD Kota Blitar 2019, Rabu (7/8/2019).

Wakil Ketua DPRD Kota Blitar, Totok Sugiarto.
Wakil Ketua DPRD Kota Blitar, Totok Sugiarto. (suryamalang.com/Samsul Hadi)

Alokasi anggaran sebesar Rp 9 miliar itu dibagi untuk penambahan modal di PDAM dan BPR Artha Praja.

Rinciannya, untuk PDAM sebesar Rp 7,5 miliar dan untuk BPR Artha Praja sebesar Rp 1,5 miliar.

Anggaran yang diberikan ke BPR Artha Praja digunakan untuk menambah kecukupan modal minimum sesuai dengan aturan dari Bank Indonesia. Sedangkan anggaran yang diberikan ke PDAM dipakai untuk penataan manajemen.

Penataan manajemen di PDAM ini dilakukan untuk persiapan penerimaan bantuan dari Bank Dunia yang besarnya mencapai Rp 30 miliar.

"Anggaran yang diberikan ke PDAM ini sebagai pendamping dana bantuan dari Bank Dunia yang nilainya sekitar Rp 30 miliar," ujar politikus PKB itu.

Totok meminta Pemkot Blitar untuk segera menata manajemen di PDAM.

Sebab, sampai sekarang pucuk pimpinan di PDAM masih dipegang pejabat sementara (Pjs). Pemkot Blitar harus segera mengisi pejabat definitif sebagai direktur PDAM.

"Penataan manajemen di PDAM harus beres tahun ini. Informasinya, dana bantuan dari Bank Duni akan turun akhir tahun ini atau paling lambat awal 2020," katanya.

Saat ini Pemkot Blitar sedang proses rekrutmen direktur utama PDAM Kota Blitar. Proses rekrutmen direktur PDAM sudah dimulai sejak awal 2019.

"Masih proses, belum ada hasilnya," kata Kabag Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat Kota Blitar, Subandi.

Seperti diketahui posisi direktur utama PDAM kosong sejak 2017. Saat ini, posisi direktur PDAM dipegang pleh pejabat sementara (Pjs).

Pemkot Blitar menargetkan pengisian jabatan direktur PDAM dapat terealisasi tahun ini.

Penulis: Samsul Hadi
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved