Kabar Magetan

Tak Sengaja Merusak Papan Tulis, Orangtua Siswa di Magetan Disuruh Ganti Rugi Senilai Rp 1 Juta

Dianggap merusak papan tulis dalam kelas di SDN Widorokandang, Kecamatan Sidorejo, Kabupaten Magetan, orangtua murid disuruh mengganti Rp 1 juta

Tak Sengaja Merusak Papan Tulis, Orangtua Siswa di Magetan Disuruh Ganti Rugi Senilai Rp 1 Juta
SURYAMALANG.COM/Doni Prasetyo
Orangtua siswa SDN Widorokandang, Kecamatan Sidorejo, Kabupaten Magetan disuruh membayar Rp 1 juta karena anaknya merusak papan tulis. 

SURYAMALANG.COM, MAGETAN - Dianggap merusak papan tulis dalam kelas di SDN Widorokandang, Kecamatan Sidorejo, Kabupaten Magetan, orangtua murid disuruh menggantinya.

Kisah bermula ketika seorang siswa kelas 4 saat bercanda dengan temannya tanpa sengaja memecahkan papan tulis tersebut.

Akibatnya, kini orangtua siswa tersebut yang hanya buruh tani itu kalang kabut mencari pinjaman untuk mengganti papan tulis senilai Rp 1 juta.

"Saya sudah dipanggil ke sekolah, dan saya sudah minta maaf, juga minta keringanan biaya pengganti papan tulis yang rusak itu. Kalau sesuai yang diminta sekolah, kami jelas keberatan," kata Sukir, orangtua murid yang dianggap merusak papan tulis itu kepada SURYAMALANG.COM, Kamis (8/8/2019).

4 Bocah Blitar Mendadak Viral di Media Sosial Karena Menemukan Dompet, Kejujuran Mereka Bikin Haru

Bilik Asmara Mirip Kandang Ayam Jadi Saksi Bisu Para PSK Memuaskan Hasrat Pelanggan di Warkop Madiun

Setiap Hari Gadis 14 Tahun Harus Layani 10 Pria di Kamar Sempit & Bau Saat Kerja di Kafe Trenggalek

Namun, lanjut Sukir, pihak sekolah SDN Widorokandang bersikukuh orangtua siswa harus mengganti papan tulis senilai kalkulasi yang diberikan pihak sekolah sebesar Rp 1 juta itu.

"Katanya Kasek, tuntutan ganti rugi karena rusaknya inventaris sekolah itu untuk memberi efek jera kepada siswa lainnya agar tidak melakukan tindakan yang dilakukan anak saya,"jelas Sukir.

Menurut Sukir, papan tulis itu rusak karena ketidaksengajaan yang dilakukan anaknya saat jam istirahat pelajaran, diisi dengan becanda bersama teman kelasnya.

"Namanya anak anak, kalau sedang bermain tidak tahu bahaya atau akibat dari main mainnya itu. Jadi papan tulis itu rusak karena ketidak-sengajaan," ujar buruh tani ini.

Dikatakan Sukir, papan tulis kelas itu berlubang karena terkena penggaris, saat anaknya bermain pedang pedangan pada waktu jam istirahat pelajaran.

"Jadi bukan sengaja dirusak, dipukuli dengan benda keras atau apa. Namanya anak kelas empat, pikirannya tidak seperti anak kelas enam, yang sudah tahu akibat dari permainannya. Kalau sampai becanda menggunakan benda keras," katanya.

Kepala SDN Widorokandang, Kecamatan Sidorejo, Kabupaten Magetan Warsi, mengakui kalau sekolah tetap meminta ganti papan tulis itu, agar kegiatan belajar mengajar (KMB) tetap bisa dilaksanakan.

"Selain agar KBM tetep bisa dilaksanakan, permintaan biaya ganti papan tulis kelas itu untuk memberikan efek jera kepada siswa bersangkutan dan siswa lain,"kata Warsi singkat.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Suwoto belum berhasil dikonfirmasi, telepon seluler yang biasa dihubungi, tidak aktif.

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved