Kota Batu

DPRD Kota Batu Anggap Perlu Rekomendasi Pemkot Batu sebelum Pemprov Jatim Izinkan Sumur Bor

Dirut Perumdam Among Tirto, Edi Sunaedi, menjelaskan, tim yang saat ini ia bentuk itu rencananya akan bekerjasama dengan Universitas Brawijaya.

DPRD Kota Batu Anggap Perlu Rekomendasi Pemkot Batu sebelum Pemprov Jatim Izinkan Sumur Bor
benni indo
Anggota DPRD Kota Batu, Sudiono, mengatakan perlunya rekomendasi Pemerintah Kota Batu terlebih dahulu sebelum Pemprov Jatim dapat memberikan izin pembuatan sumur bor. 

SURYAMALANG.COM, KOTA BATU - Anggota Komisi A DPRD Kota Batu, Sudiono, mengatakan perlunya rekomendasi Pemerintah Kota Batu terlebih dahulu sebelum Pemprov Jatim dapat memberikan izin pembuatan sumur bor.

Pasalnya, pemerintah daerah tingkat kota atau kabupatenlah yang mengetahui kondisi dan kebutuhan daerahnya.

Hal tersebut dikatakan Sudiono mengomentari banyaknya keberadaan sumur bor di Kota Batu, yang menurutnya akan berdampak pada masyarakat Kota Batu. Ditegaskan Sudiono, kebutuhan air adalah kebutuhan masyarakat luas sehingga harus dikelola dengan baik.

"Seharusnya ada rekomendasi dari daerah sebelum ke provinsi. Soal air ini dampaknya luar biasa di masyarakat, Harus ada penjagaan," ujar Sudiono, Jumat (9/8/2019).

Sudiono juga mendorong Pemkot Batu membuat perda untuk menjaga sumur bor. Selama ini, Sudiono belum mengetahui adanya perda yang secara spesifik memberikan kewenangan kepada daerah untuk memberikan rekomendasi ke tingkat provinsi.

"Selama ini seakan banyak yang ilegal. Kalau memang belum ada Perdanya, harus dibuat Perda. Tentunya juga akan meningkatkan PAD," tambahnya.

Sudiono mengatakan, izin yang langsung ke provinsi menyulitkan Pemkot Batu untuk melakukan pemantauan keberadaan sumur bor. Ia juga menyarankan perlunya ada tim ahli dari akademisi ketika nantinya Pemkot Batu memiliki kewenangan memberikan rekomendasi.

"Izin di provinsi itu yang menyulitkan. Nah makannya kita haruskan ada tim ahli. Agar pengawasan air lebih gampang. Harus ada tim akademisi," ujarnya.

Sebelumnya, Perumdam Among Tirto membentuk tim identifikasi sumber mata air dan sumur bor se Kota Batu. Tim ini bertugas untuk mencatat debit air yang keluar. Tim baru saja dibentuk sekitar sepekan lalu.

Hal itu disampaikan Dirut Perumdam Among Tirto, Edi Sunaedi saat ditemui di ruang kerjanya. Dijelaskan Edi, tim yang saat ini ia bentuk itu rencananya akan bekerjasama dengan Universitas Brawijaya (UB) Malang.

Dijelaskan Edi, keberadaan air sangat penting untuk kemaslahatan masyarakat Kota Batu. Ada enam mata air yang dikendalikan oleh Perumdam Among Tirto, dan ada 111 yang belum dikendalikan.

Ia juga menjelaskan, data resmi yang ia ketahui dari Pemprov Jatim, terdapat 55 sumur bor di Kota Batu. Namun Edi meyakini, ada lebih dari 55 sumur bor yang berada di Kota Batu.

"Data dari KSDAE Jatim yang memiliki izin 55. Tapi saya yakin sumur bor di Kota Batu lebih dari itu," jelasnya, Kamis (8/8/2019).

Menurut Edi, idealnya Pemkot Batu memiliki kewenangan merkomendasikan izin ke Pemprov Jatim. Pasalnya, yang mengetahui kondisi adalah pemerintah daerah. Selama ini, izin langsung ke Pemprov Jatim. 

Penulis: Benni Indo
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved