Malang Raya

Hanya 600 Pendaki Boleh Ikut Upacara HUT Kemerdekaan RI di Gunung Semeru

UPACARA DI GUNUNG SEMERU. Ada tiga titik upacara: Ranu Pani, Ranu Kumbolo, dan Kalimati. Pendaki tidak disarankan melakukan upacara di puncak.

Hanya 600 Pendaki Boleh Ikut Upacara HUT Kemerdekaan RI di Gunung Semeru
hayu yudha prabowo
ARSIP - Pesawat militer terbang dengan latar belakang Gunung Semeru saat difoto dari Kota Malang, Jumat (4/1/2019). Gunung tertinggi di pulau Jawa ini merupakan satu dari 18 gunung berapi di Indonesia yang statusnya di atas normal atau waspada level II. 

UPACARA DI GUNUNG SEMERU. Ada tiga titik upacara: Ranu Pani, Ranu Kumbolo, dan Kalimati. Pendaki tidak disarankan melakukan upacara di puncak.

SURYAMALANG.COM, BATU - Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) membuka kuota bagi 600 pendaki yang ingin ke Gunung Semeru jelang peringatan hari perayaan kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 2019.

Kasubag Data Evaluasi Pelaporan dan Humas, Balai Besar TNBTS, Sarif Hidayat mengatakan Gunung Semeru memang selalu dijadikan tempat upacara 17 Agustus bagi para pendaki setiap tahunnya.

Dijelaskannya, ada tiga titik upacara, yaitu di Ranu Pani, Ranu Kumbolo, dan Kalimati. Pendaki tidak disarankan melakukan upacara di puncak.

"Pendakian tetap dibuka 17 Agustus tahun ini. Tapi kalau mendaki sampai puncak Semeru tetap kita tidak merekomendasi, karena batas akhir pendakian hanya sampai Kalimati," katanya, Jumat (9/8/2019).

Sarif menjelaskan kegiatan upacara 17 Agustus di Gunung Semeru adalah bentuk pendidikan rasa nasionalisme kepada masyarakat. Selain itu upacara kemerdekaan juga sebagai bentuk cinta tanah air.

"Nanti petugas TNBTS jadi inspektur upacara di tiga titik itu. Dalam mempersiapkan upacara ini kami juga dibantu oleh para pecinta alam," bebernya.

Jelang 17 Agustus, TNBTS tidak membuka kuota tambahan bagi para pendaki. Kuota yang disediakan tetap sama seperti hari biasa yaitu sebanyak 600 pendaki. Kuota tersebut pun telah habis saat ini.

Sarif mengimbau agar pendaki yang belum memesan tiket atau kehabisan kuota tidak memaksakan diri untuk mendaki ke Gunung Semeru. Untuk mengantisipasi adanya pendaki yang memaksa naik, TNBTS telah menyiagakan personil di tiap gerbang masuk.

"Di pos-pos pintu masuk seperti Blok Jemplang kita siapkan petugas, di Ranu Kumbolo dan Kalimati juga kita siapkan petigas. Masing-masing pos kira-kira 10 orang, ditambah pula dengan bantuan pecinta alam," terangnya.

Disisi lain, Sarif mengimbau kepada pendaki yang hendak upacara di Gunung Semeru untuk membawa pulang kembali sampah masing-masing. Selain itu, pendaki juga diminta bijak dalam menggunakan api. Pasalnya, saat ini memasuki musim kemarau.

“Antisipasinya harus bijaksana saat menggunakan api. Kalau selesai menggunakan api pastikan api padam, tidak ada percik atau bara api yang tertinggal," pungkasnya.  

Penulis: Benni Indo
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved