Kota Batu

Petani Meyakini Kentang Hitam Jadi Ikon Baru Kota Batu

Kentang hitam rasanya luar biasa. Apalagi ditemukan pula genetik kentang dengan ribuan warna. Kentang warna-warni itu bakal jadi ikon baru.

Petani Meyakini Kentang Hitam Jadi Ikon Baru Kota Batu
wikipedia
Shetland Black adalah varietas kentang berwarna ungu tua dari Kepulauan Shetland, dan dikembangkan di era Victoria. Tanaman ini bisa tumbuh hingga sekitar 76 Cm, dan berakar dangkal. 

Kentang hitam rasanya luar biasa. Apalagi ditemukan pula genetik kentang dengan ribuan warna. Kentang warna-warni itu bakal jadi ikon baru.

SURYAMALANG.COM, BATU - Komoditi kentang di Desa Sumber Brantas, Kota Batu diyakini dapat mewujudkan visi Kota Wisata Batu yakni Desa Berdaya Kota Berjaya.

Bahkan, diyakini bakal menjadi ikon penting Kota Batu. Hal tersebut, disampaikan petani muda asli Desa Sumber Brantas, Rudi Mardyanto, Minggu (11/8/2019).

Terdapat kentang warna-warni, dipadu dengan pemandangan alam yang indah. Hal tersebutlah yang diyakini Rudi dapat menjadikan tempatnya sebagai lokasi yang unggul.

"Rasa nikmat kentangnya luar biasa. Apalagi ditemukan pula genetik kentang dengan ribuan warna. Kentang warna-warni itu bakal jadi ikon baru,” kata dia.

Rudi pun berupaya untuk terus melakukan inovasi. Terutama yang berkaitan dengan beragam warna kentang tersebut. salah satunya kentang hitam.

"Budidaya kentang hitam ini melibatkan berbagai pihak. Tidak hanya petani tetapi juga para pelajar. Para pelajar magang akan diajarkan tentang pembibitan hingga treatment yang dilakukan pasca panen. Tidak hanya itu, para mahasiswa juga dapat melakukan penelitian di tempat ini,” jelas dia.

Dijelaskannya bila perkembangan wisata sangat cepat. Hal itu kata dia sangat mempengaruhi tingkat pendapatan petani dan perkembangan pertanian di Kota Batu.

Menurut dia, perkembangan pertanian di Kota Batu didominasi hasil pertanian berupa sayur dan buah. Sehingga Kota Batu banyak menghasilkan olahan sayur dan buah sebagai oleh-oleh.

Sayangnya, kata dia, perkembangan pertanian hanya berbatas pada pengembangan lahan pertanian dan penjualan hasil pertanian. Pariwisata pertanian itu berupa wisata petik buah belum menunjukkan hasil yang maksimal jika dibandingkan dengan wisata alam dan wahana wisata.

“Wacana untuk meningkatkan pariwisata dalam bidang pertanian adalah dengan memadukan pariwisata, edukasi dan pertanian," ungkapnya.

Menurut dia, kentang tersebut bukan kentang biasa karena merupakan kentang hitam. Itu mengingat di wilayah Batu terdapat 3000 varietas kentang yang dikembangkan dan yang menjadi unggulan adalah kentang hitam.

Hanya saja, lanjut dia, akses untuk menuju lahan pembibitan masih menjadi kendala. Karena masih berupa jalan tanah.

Dia berharap ke depan wisata edukasi pembibitan kentang ini akan menjadi salah satu pendorong sektor pariwisata pertanian di wilayah Batu. Sehingga tidak hanya pelajar, mahasiswa dan peneliti, namun juga masyarakat umum dan para wisatawan.

Penulis: Benni Indo
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved