Malang Raya

25 Musisi dan Guru Ikuti Workshop Penulisan Notasi di Hotel Pelangi, Kota Malang

Sebanyak 25 musisi dan guru mengikuti workshop penulisan notasi yang diselenggarakan oleh Museum Musik Indonesia (MMI) di Malang.

25 Musisi dan Guru Ikuti Workshop Penulisan Notasi di Hotel Pelangi, Kota Malang
mmi
Anang Brotoseno, instruktur workshop notasi musik yang diikuti musisi dan guru di Hotel Pelangi Kota Malang, Senin (12/8/2019). 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Sebanyak 25 musisi dan guru mengikuti workshop penulisan notasi yang diselenggarakan oleh Museum Musik Indonesia (MMI) dan Ditjen Kebudayaan Kemendikbud selama dua hari, Senin-Selasa (12-13 Agustus 2019) di Hotel Pelangi, Kota Malang.

Acara dibuka oleh Totok Kasianto, Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Malang. Anang Brotoseno, instruktur kegiatan itu, menyatakan, keabadian karya terdokumentasikan jika dinotasikan.

"Memang musisi-musisi belum habit (terbiasa) menulis notasi. Masih terbiasa dengan suara," kata Anang. Padahal karya-karya musisi klasik seperti Bethoven terabadikan hingga saat ini berkat notasi tulisan. Sehingga bisa dimainkan hingga saat ini. Ini yang digairahkan agar lagu-lagu memiliki tulisan notasi agar bisa dimainkan sepanjang masa. Seperti lagu-lagu rakyat. Dikatakan Anang, output workshop ini adalah mereka bisa menulis notasi lagu yang sudah ada.

Jika sudah lancar, maka bisa melakukan secara mandiri pada karya-karya lainnya. Selanjutnya akan didaftarkan di Perpustakaan Nasional di Jakarta agar mendapat ISMN (International Standart Music Number).

Khusus di workshop ini, yang disiapkan untuk ditulis notasinya adalah lagu-lagu daerah di tiap provinsi yang ada di Indonesia. "Setiap provinsi di Indonesia disiapkan satu lagu daerah. Tapi sejatinya tiap provinsi memiliki banyak lagu daerah," tambah Hengky Herwanto, Ketua MMI Malang.

Beberapa lagu daerah yang akan dituliskan notasinya antara lain dari Provinsi Jawa Timur lagu Rek Ayo Rek. Kemudian Provinsi DIY lagu Walangkekek dan Provinsi Papua Barat ada lagu Yamko Rambe Yamko.

Sementara Totok Kasianto menyatakan pada 2020, Dinas Pendidikan Kota Malang akan menjadi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. "Kembali struktur organisasinya ke masa dulu," jelas Totok di acara itu.

Dari tingkat kementrian sudah Kemendikbud. Perubahan OPD ini akan dilakukan setelah ada perdanya. "Sekarang sedang kamk susun program-program di kebudayaannya untuk tahun mendatang," kata Totok. Selama ini kebudayaan menempel sebagai bidang di Dinas Pariwisata.

Penulis: Sylvianita Widyawati
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved