Universitas Muhammadiyah Malang

Mahasiswa Ilmu Komunikasi UMM Gelar Ritual Memandikan Kentongan di Desa Pesanggrahan, Kota Batu

Di rumah tersebut Kentongan dikafani dan diberdirikan serta diberikan doa dengan sesajen berisi jenang sengkolo, pisang, bunga tujuh rupa, dan air dar

Mahasiswa Ilmu Komunikasi UMM Gelar Ritual Memandikan Kentongan di Desa Pesanggrahan, Kota Batu
Benni Indo
Sekelompok mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggandeng warga Desa Pesanggrahan Kecamatan Batu dan AKUR Hakarya Budaya menyelenggarakan acara bertajuk Jamasan Kentongan. Acara itu diselenggarakan sebagai wahana edukasi terhadap keberadaan Kentongan. 

SURYAMALANG.COM, BATU – Sekelompok mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggandeng warga Desa Pesanggrahan Kecamatan Batu dan AKUR Hakarya Budaya menyelenggarakan acara bertajuk Jamasan Kentongan. Acara itu diselenggarakan sebagai wahana edukasi terhadap keberadaan Kentongan.

Humas Tim Analogi Project Sely Mariatur Rohmah mengatakan, menurutnya Kentongan adalah salah satu alat atau media komunikasi tradisional yang kini perlahan telah tergerus oleh arus modernisasi.

“Kentongan ini sendiri memiliki fungsi yang sangat vital bagi masyarakat Jawa dan Nusantara pada masa itu, namun kini keberadaannya sudah bisa dihitung jari,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (12/8/2019).

Desa Pesanggrahan yang letaknya berada di pusat Kota Batu hingga kini memiliki lima buah Kentongan yang masih berfungsi dan terawat. Hal inilah yang menjadikan sekelompok mahasiswa Ilmu Komunikasi yang sedang menjalankan praktikum Public Relations 3 menggandeng Desa Pesanggrahan dan AKUR Hakarya Budaya untuk melakukan langkah konkret penyelamatan dan pelestarian Kentongan tersebut.

Sebagai bentuk langkah nyata penyelamatan dan pelestarian Kentongan, bertepatan dengan H-7 selamatan Desa Pesanggrahan, Mahasiswa Ilmu Komunikasi UMM dengan AKUR Hakarya Budaya menjadikan momen tersebut sebagai acara Jamasan Kentongan.

Jamasan Kentongan itu sendiri memiliki arti memandikan Kentongan. Mengapa Kentongan ini dimandikan? Karena menurut riset yang dilakukan dan beberapa pendapat dari para sesepuh Desa Pesanggrahan, bahwa Kentongan memiliki makna sebagai pemberi suara kebijakan.

Tak hanya itu, juga pemaknaan sebagai sebuah kedaulatan yang berada di tangan rakyat berada pada instrumen pemukul Kentongan.

“Kentongan ini terdiri atas lubang yang berada di tengah yang berbentuk persegi panjang, bulat, oval, hal ini biasanya di tengah – tengah masyaarakat sering dikiaskan sebagai “cangkem” atau mulut,” imbuh Sely.

Di sisi lain juga ada penyebutan istilah “weteng” atau perut dalam Kentongan atau yang ada pada bagian lingkar Kentongan. Lalu juga ada lobang atas yang berbebentuk lingkaran yang biasanya di gunakan untuk menggantung kentongan bisa dikiaskan sebagai “ndas / sirah” atau bisa di artikan sebagai kepala dan lehernya.

“Seperti yang kita ketahui bersama Kentongan hingga akhir tahun 90-an masih eksis sebagai salah satu media komunikasi tradisional yang dapat memberikan kabar kepada masyarakat luas melalui suara pukulan yang dihasilkan,” paparnya.

Halaman
12
Penulis: Benni Indo
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved