Malang Raya

40 Kepala Madrasah di Malang Ikuti Diklat Peningkatan Kompetensi

Sebanyak 40 kepala madrasah di Kota Malang mengikuti diklat peningkatan kompentensi selama enam hari.

40 Kepala Madrasah di Malang Ikuti Diklat Peningkatan Kompetensi
Sylvianita Widyawati
Sulthon, Ketua LP Maarif Kota Malang 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Sebanyak 40 kepala madrasah di Kota Malang mengikuti diklat peningkatan kompentensi selama enam hari. Pembukaan dilakukan pada Selasa (13/8/2019) di aula MTs Negeri 1 Kota Malang. "Sebagai pemateri seluruhnya dari Balai Diklat Kemenag Jatim," jelas Sulthon, Ketua LP Maarif Kota Malang pada wartawan, Selasa (13/8/2019). Diklat dilakukan selama enam hari dan berlanjut di PSB (Pusat Sumber Belajar) MAN 2.

Dari 40 peserta, sebanyak 30 kepala madrasah dibawah LP Maarif yang ikut. Sebanyak 10 kepala madrasah dari non LP Maarif seperti dari Muhammadiyah.

Menurut mantan Kepala SMAN 8 ini, baru pertama kali ini diklat diadakan di Malang. Sebelumnya peserta yang ikut diklat ke Surabaya. "Kalau di Malang, kepala madrasah tidak perlu menginap," kata dia.

Dijelaskan ada 96 kepala madrasah/sekolah dibawah LP Maarif. Yang sudah ikut diklat awal ada 20 orang. Kemudian ditambah 30 orang ini. "Tinggal separuh yang belum ikut diklat," jelasnya.

Para kasek yang ikut diklat itu sudah memegang sertifikat kepala sekolah. Materi narasumber antara lain mengenai manajerial, keagamaan dan peningkatan lima kompetensi. Setelah ini diharapkan mereka bisa meningkatkan mutu pendidikan di lembaganya.

Saat ditanya tantangan madrasah/sekolah di bawah LP Maarif disebutnya ada internal dan eksternal. Internal seperti peningkatan SDM, input siswa. Sedang eksternal seperti zonasi. "Saya setuju dengan zonasi di PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) asal sudah ada pemerataan seperti di bidang sarprasnya," kata Sulthon. Selama ada kesenjangan, maka orangtua tetap akan memilih sekolah favorit.

"Saat PPDB lalu, madrasah-madrasah kami yang ada yang banyak peminatnya ada juga yang menunggu peminat," jawab dia. Sehingga madrasah harus bisa mengatur sekolahnya agar diminati. Namun dilihatnya, trend masyarakat ke madrasah meningkat.

Penulis: Sylvianita Widyawati
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved