Kabar Madiun

Usai Diotopsi di Madiun, Jenazah Pria 35 Tahun Dimakamkan di Wilangan, Nganjuk

Darwin Susanto (35) terbunuh di Mejayan, Madiun, dan dimakamkan di desa asalnya, Dusun Jegong, Desa/Kecamatan Wilangan, Nganjuk. Siapa pembunuhnya?

Usai Diotopsi di Madiun, Jenazah Pria 35 Tahun Dimakamkan di Wilangan, Nganjuk
rahadian bagus
EVAKUSI - Jenazah korban di ruko Jalan Panglima Sudirman, Kelurahan Pandean Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun. 

Darwin Susanto (35) terbunuh di Mejayan, Madiun, dan dimakamkan di desa asalnya, Dusun Jegong, Desa/Kecamatan Wilangan, Nganjuk. Siapa pembunuhnya?

SURYAMALANG.COM, MADIUN - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Madiun, Senin (12/8/2019) mendatangkan tim dokter forensik RS Bhayangkara Kediri untuk melakukan otopsi jasad Darwin Susanto (35), guna mengetahui penyebab kematian korban.

Diberitakan sebelumnya, seorang pria asal Nganjuk bernama Darwin Susanto atau yang biasa dikenal dengan nama Anto ditemukan meninggal, dengan tubuh penuh luka, di kamar di ruko yang ia sewa di Jalan Panglima Sudirman, Kelurahan Pandean, Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun, pada Minggu (11/8/2019) malam.

Sebelum Tewas Bersimbah Darah di Ruko Madiun, Darwin 2 Kali Laporkan Istri Terkait Dugaan KDRT

Polisi Madiun Cari Mira Hepi, Istri Darwin Susanto yang Tewas di Kamar Ruko Pandean, Mejayan

”Hari ini kami membagi personel menjadi dua tim untuk pengungkapan kasus ini. Satu tim, melakukan lidik di luar kota, dan tim satunya lagi melakukan penyisiran di sekitar TKP untuk menemukan alat bukti,"kata Kasat Reskrim Polres Kabupaten Madiun AKP Logos Bintoro, kepada wartawan di depan ruang jenazah RSUD dr. Sudono Madiun, Senin (12/8/2019).

Selain itu, pihaknya juga melakukan otopsi terhadap tubuh korban guna mengetahui penyebab kematian korban.
"Hari ini juga, kami melakukan pemeriksaan dalam terhadap tubuh korban. Dengan otopsi ini kita bisa menemukan, kematian korban ini karena fatalitas karena permasalahan, atau benda-benda apa yang bisa mematikan korban," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Urusan Forensik Dokpol Bhayangkara Kediri dr.Tutik Purwanti SpF mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan sementara ditemukan banyak luka memar, di wajah, perut dan sekitar kelamin.

Sedangkan untuk pemeriksaan bagian dalam, banyak terdapat resapan darah pada kulit kepala, leher dan kelamin. Selain itu, untuk mengetahui adanya zat racun dalam tubuh korban, pihaknya juga mengambil sample dari urine dan lambung.

"Untuk kesimpulan akhir, saya belum bisa memastikan (penyebab kematian). Masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut," katanya.

Namun,kata Tutik, dari hasil otopsi sementara, luka-luka yang disebabkan benda tumpul dan benda tajam. Luka tersebut dialami korban pada saat korban masih hidup.

Tutik menambahkan, pihaknya juga menggunakan Toksikologi Forensik, untuk mengetahui apakah ada racun di dalam tubuh korban.

Sementara itu, Senin (12/8/2019) siang, usai otopsi selesai, jasad korban langsunh dibawa pihak keluarga untuk dimakamkan di tempat kelahirannya di Dusun Jegong, Kecamatan Wilangan, Nganjuk

Penulis: rahadian bagus priambodo
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved