Malang Raya

Kapolres Malang Kota AKBP Asfuri: Yang Ingin Mengubah Pancasila Harus Kita Lawan

Kapolres Malang Kota AKBP Asfuri: Yang ingin mengubah Pancasila ini harus kita lawan untuk mempertahankan NKRI.

Penulis: Benni Indo | Editor: yuli
Benni Indo
Kapolres Malang Kota AKBP Asfuri. 

Kapolres Malang Kota AKBP Asfuri: Yang ingin mengubah Pancasila ini harus kita lawan untuk mempertahankan NKRI.

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Perayaan kemerdekaan ke-74 Republik Indonesia tak sekadar makna seremonial belaka.

Bagi Kapolres Malang Kota AKBP Asfuri, kemeriahan kemerdekaan harus dimaknai bahwa ada keberlanjutan perjuangan yang harus diteruskan.

Ditemui di ruang kerjanya, Asfuri menegaskan bahwa kemerdekaan yang telah diraih bukan tanpa kerja keras. Masyarakat pun harus memahami bahwa kemerdekaan harus diisi dengan komponen kebersamaan.

Hal itu sangat penting untuk menjaga keutuhan NKRI. Di dalam mengisi kemerdekaan peran komponen masyarakat sangat dibutuhkan.

Asfuri menjelaskan, selama ini banyak goncangan maupun upaya yang ingin menggoyangkan NKRI. Hal itu diwujudkan dengan adanya beberapa isu seperti intoleransi, radikalisme hingga terorisme.

"Yang ingin mengubah Pancasila ini harus kita lawan untuk mempertahankan NKRI," tegasnya, Rabu (14/8/2019).

Maka dari itu, sebagai upaya untuk mempertahankan NKRI, menurut Asfuri juga dibutuhkan SDM yang kuat. Asfuri mengatakan, Polres Malang Kota selalu membentuk SDM yang kuat di jajaran personilnya.

Tidak hanya di level bawahan, tapi juga keseluruhan. Katanya, sejauh ini Polri telah melakukan banyak perubahan untuk menunjukkan kepada masyarakat kalau Polri betul-betul mitra masyarakat.

"Bagaimana menjadi pelayan masyarakat yaitu dengan mengoptimalkan SDM Polres Malang Kota. Kami telah melakukan perubahan kultur di Polri. Membangun image polri. Beberapa penghargaan didapatkan seperti pelayanan publik yang baik, dan bebas korupsi," ujarnya.

Sejumlah penghargaan yang diraih Polres Malang Kota menurut Asfuri menjadi modal berharga untuk semangat kerja. Ia pun berharap, para personilnya bisa meningkatkan kinerja. Setidaknya mempertahankan capaian yang selama ini telah diraih.

Dalam menyentuh masyarakat Kota Malang, Polres Malang Kota juga selalu bergandengan dengan Pemkot Malang. Sejumlah program yang dijalankan selalu mengaitkan lapisan bawah masyarakat Kota Malang.

Asfuri mencontohkan seperti program Polisi RW dan Cangkrukan yang dalam kegiatannya berkaitan erat dengan masyarakat. Bahkan, program tersebut telah meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam upaya menjaga keamanan Kota Malang.

"Karena apa, dengan keamanan bangsa Indonesia bisa membangun masyarakatnya," terangnya.

Kata Asfuri, kondisi di Kota Malang sangat berbeda dengan daerah lain. Sepanjang pengalamannya bertugas, Kota Malang memiliki kultur masyarakat yang guyub.

"Di Kota Malang ini, menurut saya luar biasa, masyarakatnya guyub dan rukun. Terbuka dengan siapa saja. Ini bisa kita lihat ketika Pemilu yang situasinya kondusif. Tidak mudah terprovokasi," paparnya.

Sesama Forum Pimpinan Daerah juga saling menghormati. Hal itu membuat sinergitas antara pimpinan menjadi lebih baik.

"Kami saling bisa bersinergi dan semua saling komunikasi. Semua bisa menyambungkan," paparnya.

Asfuri pun menjelaskan, Polres Malang Kota terbuka kepada personilnya yang ingin menyampaikan pendapat dan inovasinya. Hal itu juga untuk kebaikkan institusi Polri ke depannya.

"Tentunya ke depan, kalau ada masukkan, terobosan dari personil, siapapun memiliki inovasi, kami tampung dan ini diterapkan," katanya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved