Malang Raya

Sejak Lama Pemkot Malang Tahu Batu Yoni di Merjosari, Baru Sekarang Mengangkat

JEJAK KANJURUHAN - Sebuah artefak kuno ditemukan oleh sejumlah warga di Jalan Joyo Utomo, Kelurahan Merjosari Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang.

Sejak Lama Pemkot Malang Tahu Batu Yoni di Merjosari, Baru Sekarang Mengangkat
Hayu Yudha Prabowo
IDENTIFIKASI BENDA PURBAKALA - Mahasiswa relawan cagar budaya Kota Malang mengukur dimensi benda purbakala berupa Yoni di Jalan Joyo Utomo Gang IX, Kelurahan Merjosari, Kota Malang, Rabu (14/8/2019). Benda purbakala berupa Yoni ini diangkat oleh kuli bangunan yang sedang menggarap pondasi pembangunan rumah kos di kawasan setempat. 

SURYAMALANG.COM, LOWOKWARU - Sebuah artefak kuno ditemukan oleh sejumlah warga di Jalan Joyo Utomo, Kelurahan Merjosari Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang pada saat menggali pondasi sebuah rumah Rabu (14/8/2019).

Artefak tersebut merupakan Yoni yang merupakan sebuah situs yang dipergunakan oleh umat Hindu kuno untuk melakukan ritual.

Yoni tersebut terbuat dari batuan andesit dan diperkirakan memiliki ukuran panjang 66 centimeter, tinggi 34 centimeter dan lebar 61 centimeter.

Agung H Buana, Kasi Pemasaran Disbudpar Kota Malang mengatakan, pihaknya sebelumnya sudah mengetahui lokasi Yoni tersebut.

Hanya saja, pihaknya tunggu menunggu waktu untuk mengangkat artefak tersebut.

"Karena dulu munculnya itu kecil, karena di dekat sebuah gang, sebelum Yoni ini diangkat dan menjadi viral. Tapi sebenarnya Yoni itu sudah ada di catatan kami, tinggal menunggu waktu untuk akan diangkat," ujarnya.

Batu Yoni Khas Hindu Teronggok di Kampung Padat Penduduk Wilayah Kelurahan Merjosari, Kota Malang

Agung menceritakan, Yoni merupakan sebuah tempat ritual bagi umat Hindu Kuno.

Yoni tidak bisa berdiri sendiri karena Yoni itu biasanya berpasangan dengan Lingga yang biasanya orang menyebutnya Lingga Yoni.

Lingga digambarkan sebagai alat kelamin laki-laki dan Yoni digambarkan sebagai alat kelamin perempuan.

Masyarakat Hindu kuno meyakini, apabila Lingga dan Yoni ini bersatu, maka akan memunculkan kehidupan, dan kehidupan itu akan muncul melalui air.

"Dulu, masyarakat Hindu kuno jika ingin melakukan ritual harus mencari yang namanya air suci Amerta. Dan mereka harus mencarinya di pertirtaan. Karena lokasinya jauh, sehingga mereka membuat Lingga Yoni. Dan mereka menganggap air yang keluar dari Lingga Yoni menjadi air yang suci," terangnya.

Tak jauh dari lokasi penemuan Yoni, Agung menjelaskan, pihaknya juga mencatat ada Yoni lain, tepatnya di daerah persawahan.

Pihaknya kini hanya menunggu waktu untuk mengangkat artefak bersejarah tersebut.

"Yoni ini diperkirakan bekas peninggalan dari zaman Kanjuruhan. Saat ini oleh tim masih disurvei dan dilakukan ekskavasi. Untuk nantinya mau diapakan, kami menunggu data-data yang ada di lapangan," tandasnya.

Penulis: Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved