Universitas Brawijaya Malang

Dekan FISIP UB Malang: Perguruan Tinggi Berperan Penting Tingkatkan SDM Masyarakat Kota Malang

Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Brawijaya (UB) Malang, Profesor Unti Ludigdo, mengatakan, saat ini Pemkot Malang telah...

Penulis: Benni Indo | Editor: yuli
Benni Indo
Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Brawijaya (UB) Malang, Profesor Unti Ludigdo 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN – Peran perguruan tinggi memiliki peranan penting dalam upaya meningkatkan sumber daya manusia di Kota Malang.

Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Brawijaya (UB) Malang, Profesor Unti Ludigdo, mengatakan, saat ini Pemkot Malang telah banyak menjalin koordinasi dengan perguruan tinggi di Kota Malang.

Kata Prof Unti Ludigdo, kondisi itu berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Keeratan hubungan antara Pemkot Malang dan perguruan tinggi ini pun dinilai dapat melahirkan solusi-solusi untuk memecahkan persoalan di Kota Malang.

“Malang ini ikonnya sebagai Kota Pendidikan. Mestinya optimalisasi peran perguruan tinggi dengan para akdemisinya dikuatkan,” kata Prof Unti Ludigdo, Kamis (15/8/2019).

Dengan branding sebagai Kota Pendidikan, maka nuansa kependidikan harus ditonjolkan di Kota Malang. Sehingga orang ketika datang ke Kota Malang bisa betul-betul merasakan ataupun mendaati kesan yang edukatif.

Dikatakannya, para akademisi sangat terbuka untuk diajak berdialog dan berbagi wawasan. Prof Unti pun menegaskan, dialog yang dilakukan tidak harus karena ada proyek atau embel-embel lainnya.

“Tidak selalu dalam bentuk ada proyek atau tidak? Di semua perguruan tinggi itu sebetulnya ada potensi yang dapat dialokasikan ke masyarakat. Hal itu bisa dialokasikan untuk kontrbusi pembanguan pengembangan Kota Malang,” terangnya.

Prof Unti mencontohkan, ketika Wali Kota Malang Sutiaji ingin mengembangkan enterpreneurship kekinian, maka bisa dikolaborasikan dengan perguruan tinggi. Pasalnya, perguruan tinggi memiliki SDM yang bisa mengakomodir hal itu.

“Kami bisa mengakomodir itu dengan banyaknya disiplin ilmu yang berada di perguruan tinggi,” jelasnya.

Hal lain yang juga menjadi konsen untuk memecahkan persoalan di Kota Malang terkait transportasi dan urbanisasi.

Kata Prof Unti, tingginya jumlah pengangguran terbuka di Kota Malang juga akbiat banyaknya mahasiswa yang datang ke Kota Malang.

Mereka yang lulus rata-rata banyak bertahan di Kota Malang, tidak kembali ke kampung halamannya. Sehingga dikatakan Prof Unti, perguruan tinggi memiliki andil atas munculnya tingginya penduduk di Kota Malang dan adanya pengangguran terbuka.

Maka dari itu, kerjasama antara Pemkot Malang dengan perguruan tinggi sangat penting. Belum lagi persoalan lingkungan yang juga menjadi persoalan tersendiri di Kota Malang.

“Nah, saya berkeyakinan dengan keragaman bidang keahlian di perguruan tinggi. Ketika itu dioptimalkan, bisa kok kami memberikan kontribusi.  Sekarang, menurut saya, Sutiaji begerak ke sana,” terangnya.

Prof Unti menyampaikan, dalam momen kemerdekaan kali ini, menurutnya pemaknaan kemerdekaan harus diiringi dengan pemahaman perkembangan peradaban. Katanya, kunci peradaban sesungguhnya pada dimensia manusia.

“Saya berkeyakinan, peradaban yang kuat dilandasi akhlak yang kuat. Kemerdekaan ini diraih para pejuang bangsa dengan akhlak yang kuat. Nah, bagi kita sekarang, bagaimana keteladanan dan spirit itu bisa kita bawa ke dimensi kekinian. Sehingga bangsa kita sebagai negara yang merdeka dalam segala hal,” tegasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved