Kabar Tuban

Kilang Minyak Pertamina & Rosneft Rusia Butuh 841 Hektare di Tuban, Warga Galau Soal Harga Tanah

KILANG MINYAK PERTAMINA ROSNEFT butuh lokasi kilang minyak seluas 841 hektare di Tuban. Rincinya, lahan KLHK 348 hektare dan lahan warga 493 hektare.

Kilang Minyak Pertamina & Rosneft Rusia Butuh 841 Hektare di Tuban, Warga Galau Soal Harga Tanah
mohammad sudarsono
DEMI KILANG MINYAK - Ratusan warga dari Desa Kaliuntu dan Wadung saat menghadiri sosialisasi yang digelar BPN Tuban di Pendopo Kecamatan Jenu, Tuban, Kamis (15/8/2019). 

KILANG MINYAK PERTAMINA ROSNEFT butuh lokasi kilang minyak seluas 841 hektare. Rinciannya lahan KLHK 348 hektare, dan lahan warga 493 hektare, meliputi Desa Wadung, Sumurgeneng, dan Kaliuntu, Kecamatan Jenu, Tuban.

SURYAMALANG.COM, TUBAN - Sebagian besar warga dari Desa Kaliuntu Kecamatan Jenu dan Desa Wadung Kecamatan Jenu, Tuban mengikuti sosialisasi tata cara pelaksanaan pengadaan tanah untuk pembangunan kilang minyak Grass Root Refinery (GRR) Tuban.

Sosialisasi diadakan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Tuban di pendapa Kecamatan Jenu, Kamis (15/8/2019), siang.

Sekitar 300 lebih warga pemilik lahan yang hadir dalam kegiatan tersebut masih mempertanyakan kejelasan harga jual tanah, yang akan digunakan untuk proyek kilang patungan dua negara antara Pertamina dan Rosneft Rusia.

Seorang warga pemilik lahan, Jamil mengatakan, warga sebenarnya menginginkan kepastian atau kejelasan tentang harga jual tanah yang masuk dalam Penlok kilang minyak.

Karena masih belum jelas hingga sekarang, ini yang membuat warga keberatan dan khawatir. Jadi permasalahannya adalah harga yang belum jelas.

"Kita hanya meminta kepastian harga saja, ini yang menjadi kekhawatiran kami, nanti tiba-tiba harganya murah. Sedangkan kita juga perlu kalkulasi harga, apa layak atau tidak harga yang ditawarkan," ujar Jamil saat menyampaikan pendapatnya di lokasi.

Menanggapi hal itu, Kepala BPN Tuban, Danang Anindoto menyatakan, pihaknya belum bisa memberikan informasi mengenai harga tanah yang menjadi Penlok Kilang GRR.

Saat ini agendanya sosialisasi, selanjutnya akan dilakukan pengukuran untuk mengetahui jumlah luas Penlok dan pendataan dokumen kepemilikan.

Setelah proses pengukuran maupun pendataan kepemilikan tanah selesai, BPN akan menyampaikan hasil ke Pertamina agar segera melakukan lelang.

Halaman
12
Penulis: Mochamad Sudarsono
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved