Kota Batu

Jatim Park 2 Ikut Kampanye Global Species Management Plans (GSMP), Selamatkan Satwa Nyaris Punah

Jatim Park 2 Kota Batu sebagai lembaga konservasi turut serta dalam kampanye Action Indonesia Global Species Management Plans (GSMP)

Penulis: Benni Indo | Editor: eko darmoko
SURYAMALANG.COM/Hayu Yudha Prabowo
FOTO ARSIP - Bayi kuda nil (Sonya) bersama induknya (Septi) saat berenang di Batu Secret Zoo, Jatim Park 2, Minggu (14/7/2019). 

SURYAMALANG.COM, BATUJatim Park 2 Kota Batu sebagai lembaga konservasi turut serta dalam kampanye Action Indonesia Global Species Management Plans (GSMP).

Jatim Park 2 mengadakan beberapa gerakan yang mendukung program konservasi satwa endemik Indonesia.

Capt Educator Jatim Park 2, Indriana Novita Kumalasari menjelaskan, beberapa program tersebut di antaranya adalah Gerakan 1000 Koin.

Program ini yang mengajak masyarakat yang berkunjung ke Jatim Park 2 untuk menyisihkan uang koin yang akan disumbangkan untuk program konservasi satwa endemik Indonesia.

“Penyaluran dana tersebut secara transparan dapat di lihat melalui website www.actionindonesiagsmp.org. Dengan koin kecil yang mungkin kurang berharga bagi sebagian orang, satwa-satwa Indonesia yang kini terancam punah dapat diselamatkan,” ujar Lala, sapaan akrabnya, Minggu (18/8/2019).

Program berikutnya adalah Jawa Timur Park 2 Photo Contest. Program ini mengajak pengunjung untuk mengunggah foto satwa di Jawa Timur Park 2 dengan menulis caption tentang cerita menarik di balik foto tersebut dengan tema “Action Indonesia Day” dalam rangka kampanye penyelamatan 4 satwa endemik Indonesia di kancah Internasional.

Selain itu Jawa Timur Park 2 juga melakukan kegiatan edukasi di area untuk meningkatkan kesadaran pengunjung akan pentingnya konservasi satwa.

Dijelaskan Lala, Action Indonesia Global Species Management Plans (GSMP) adalah rancangan kerja sama konservasi internasional yang memfokuskan penyelamatan satwa tertentu dalam jangka panjang.

Di tahun 2006, program Action Indonesia GSMP dibuat untuk membantu melindungi Anoa, Banteng, dan Babirusa dari kepunahan. Di 2018, Harimau Sumatera diturutsertakan dalam program Action Indonesia.

Harimau Sumatera (Panthera Tigris Sumatrae), adalah subspesies harimau terkecil yang hanya dapat ditemukan di Pulau Sumatera. Warna kulit Harimau Sumatera merupakan yang paling gelap dari seluruh harimau, mulai dari kuning kemerahan hingga jingga tua.

Bulu harimau betina berubah warna menjadi hijau gelap ketika melahirkan. Anoa Dataran Rendah (Bubalus depressicornis) merupakan jenis kerbau kerdil yang sangat langka dan hanya dapat ditemukan di Pulau Sulawesi dan Buton di Indonesia.

“Sedikit informasi mengenai jenis ini karena mereka hidup menyendiri di dalam hutan. Mereka memakan daun, rumput, ranting, dan buah-buahan yang terjatuh,” paparnya.

Jantan dan betina memiliki tanduk, namun jantan biasanya tubuhnya lebih gelap daripada betina. Anoa merupakan jenis kerbau kerdil terkecil di dunia. Banteng merupakan jenis sapi liar berukuran besar.

Ada tiga subspesies yang dikenal. Bos javanicus javanicus ditemukan di Jawa dan Bali, Bos javanicus lowi di Kalimantan, dan Bos javanicus birmanicus ditemukan di daratan Asia.

Halaman
12
Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved