Kota Batu

Jatim Park 2 Ikut Kampanye Global Species Management Plans (GSMP), Selamatkan Satwa Nyaris Punah

Jatim Park 2 Kota Batu sebagai lembaga konservasi turut serta dalam kampanye Action Indonesia Global Species Management Plans (GSMP)

Jatim Park 2 Ikut Kampanye Global Species Management Plans (GSMP), Selamatkan Satwa Nyaris Punah
SURYAMALANG.COM/Hayu Yudha Prabowo
FOTO ARSIP - Bayi kuda nil (Sonya) bersama induknya (Septi) saat berenang di Batu Secret Zoo, Jatim Park 2, Minggu (14/7/2019). 

Bulu harimau betina berubah warna menjadi hijau gelap ketika melahirkan. Anoa Dataran Rendah (Bubalus depressicornis) merupakan jenis kerbau kerdil yang sangat langka dan hanya dapat ditemukan di Pulau Sulawesi dan Buton di Indonesia.

“Sedikit informasi mengenai jenis ini karena mereka hidup menyendiri di dalam hutan. Mereka memakan daun, rumput, ranting, dan buah-buahan yang terjatuh,” paparnya.

Jantan dan betina memiliki tanduk, namun jantan biasanya tubuhnya lebih gelap daripada betina. Anoa merupakan jenis kerbau kerdil terkecil di dunia. Banteng merupakan jenis sapi liar berukuran besar.

Ada tiga subspesies yang dikenal. Bos javanicus javanicus ditemukan di Jawa dan Bali, Bos javanicus lowi di Kalimantan, dan Bos javanicus birmanicus ditemukan di daratan Asia.

Banteng jantan tubuhnya jauh lebih gelap dan lebih besar daipada betina. Keduanya memiliki tanduk. Tanduk pada banteng jantan melengkung ke atas dan dapat tumbuh hingga 75 cm, sedangkan tanduk pada betina lebih kecil.

Sedangkan Babirusa adalah kelompok jenis babi yang sangat langka. Ada tiga jenis yang dapat ditemukan di Indonesia meliputi daratan Sulawesi, Kepulauan Togian, serta Pulau Sula dan Buru.

Di Jawa Timur Park 2, ada dua endemik yang dirawat, yakni Hariamau Sumatera dan Babirusa. drh Prista Dwi Restanti menjelaskan, ada lima Harimau Sumatera dan tiga Babirusa yang saat ini berada di Jawa Timur Park 2.

Dikatakan Prista, dalam waktu dekat ini pihak Jatim Park 2 akan mendatangkan Harimau Sumatera betinda dari Maharani Zoo. Keberadaan harimau betina itu sangat penting agar tidak terjadi perkawinan sedarah.

“Kami mengupayakan menghindari perkawinan sedarah untuk menjaga kemurnian jenisnya,” jelasnya.

Jika terjadi perkawinan sedarah, kata Prista, sangat besar peluang timbulnya genetika yang tidak bagus. Maka dari itulah, ia mengatakan keberadaan harimau betina nanti diharapkan dapat menjaga kemurnian Harimau Suamtera.

“Ini untuk menjaga kondisi genetiknya bagus, kalau genetik jelek, akan cacat. Akhirnya tidak bisa dikembang biakkan lagi,” katanya. 

Penulis: Benni Indo
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved