Malang Raya

Mahasiswa Asing di FTP Universitas Brawijaya (UB) Diajari Cara Membuat Dodol, Sirup dan Permen

di Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Brawijaya (UB) mengajak mahasiswa asingnya ke Desa Selorejo, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang

Mahasiswa Asing di FTP Universitas Brawijaya (UB) Diajari Cara Membuat Dodol, Sirup dan Permen
UB for SURYAMALANG.COM
Kegiatan pengolahan jeruk di Desa Selorejo, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang dengan mahasiswa asing di Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Brawijaya Malang, Minggu (18/8/2019). 

SURYAMALANG.COM, DAU - LKM Agritech Research Study Club (ARSC) sebuah lembaga kegiatan mahasiswa yang bergerak di bidang penalaran di Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Brawijaya (UB) mengajak mahasiswa asingnya ke Desa Selorejo, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Minggu (18/8/2019).

Mahasiswa asing ini diajak untuk membuat aneka pengolahan jeruk. Hasilnya produksinya berupa dodol, sirup dan permen.

Di desa itu memang dikenal dengan tanaman jeruknya yang melimpah. Untuk meningkatkan nilai ekonominya, maka dibuat aneka produk olahan. Sementara mahasiswa asing yang dilibatkan di acara itu berasal dari Thailand, Malaysia dan Amerika Serikat.

Sarah Peterson, mahasiswa asing dari IOWA State University, Amerika Serikat (AS) menyatakan baru pertama kali ini tahu jeruk bisa buat dodol. Ia ingin memberi oleh-oleh buat teman dan keluarga di AS.

"Tetapi baru kali ini saya membuat dodol dan ternyata rasanya lumayan enak. Saya harap dodol buatan kami ini tadi tahan lama meski tanpa pengawet supaya bisa saya bawa pulang," ujar Sarah.

Jika untuk sirup buah, tidak terlalu aneh karena di berbagai negara biasanya menggunakan buah sebagai bahan sirup. Untuk pembuatan sirupnya, ARSC memakai teknologi vacuum evaporator.

Dipilihnya evaporator berteknologi vacuum karena mampu mengurangi kadar air sehingga produk sirup yang dihasilkan lebih kental. Keunggulan lainnya adalah tidak adanya pemanasan langsung.

Selain itu penggunaan suhu rendah yang disertai vacuum akan membuat kandungan nutrisi produk lebih terjaga. Ririn, Ketua Kelompok Tani Wanita Selorejo menyatakan senang bekerja sama dengan mahasiswa asing.

"Sebelumnya kami memang beberapa kali kedatangan wisatawan asing. Tapi hanya sekedar berwisata. Bukan bekerja sama mengolah jeruk seperti ini," tutur dia.

Dikatakan dia, saat musim panen, jeruk melimpah sehingga membuat harganya jatuh. Dengan teknologi yang dihibahkan ke KWT, maka bisa bermanfaat saat musim panen nanti.

Dengan dijadikan produk dimana bisa jadi sirup, dodol dan permen, maka bisa meningkatkan umur simpan jeruk dan bisa menaikkan harga jualnya.

Penanggung jawab kegiatan yang juga Wakil Dekan bidang kemahasiswaan FTP UB, Yusuf Hendrawan, STP MAppLifeSc PhD menyatakan sengaja membawa mahasiswa FTP UB dan asing ke Desa Selorejo sebagai kegiatan positif mengisi HUT Kemerdekaan RI.

"Supaya ilmu di kampus dapat langsung diterapkan di masyarakat. Mahasiswa asing diajak supaya ada sharing knowledge," papar Yusuf.

Penulis: Sylvianita Widyawati
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved