Kabar Surabaya

Perubahan Perilaku Imam Mustofa asal Sumenep sebelum 'Jihad' Bacok Polisi Wonokromo, Surabaya

MARKAS POLSEK WONOKROMO DISERANG - Pelakunya Imam Mustofa (31) asal Sumenep. Kos di Surabaya bersama istri dan tiga anaknya. Perilaku penjual sempol..

Perubahan Perilaku Imam Mustofa asal Sumenep sebelum 'Jihad' Bacok Polisi Wonokromo, Surabaya
Nur Ika Anisa
Penyerang markas Polsek Wonokromo, Surabaya, 17 Agustus 2019, diketahui bernama Imam Mustofa (31) asal Sumenep, Pulau Madura. Dia kos bersama istri dan tiga anaknya di Jalan Sidosermo IV Gang I Surabaya. 

MARKAS POLSEK WONOKROMO DISERANG - Pelakunya Imam Mustofa (31) asal Sumenep. Kos di Surabaya bersama istri dan tiga anaknya. Perilaku penjual sempol itu berubah selama dua tahun terakhir.

SURYAMALANG.COM, SURABAYA -  Penyerang markas Polsek Wonokromo, Surabaya, 17 Agustus 2019, diketahui bernama Imam Mustofa (31) asal Sumenep, Pulau Madura.

Polisi menyebutnya berupaya menjalankan amaliyah jihad saat membacok Aiptu Agus Sumartono dan memukul anggota piket Briptu Febian.

Dia kos bersama istri dan tiga anaknya di Jalan Sidosermo IV Gang I Surabaya.

Tetangga kosnya, Ahmad (48), menyebut ada perubahan perilaku Imam Mustofa selama dua tahun belakangan.

Menurut dia, dulu Imam Mustofa kerap berbaur dengan warga sekitar kamar kos.

Selama dua tahun belakangan, Ahmad menyebut ada perubahan sikap dari tetangganya itu.

"Dua tahun inilah, tertutup. Dulu ada kegiatan tirakatan masih ikut, mulai dua tahun ini sudah tidak hadir," kata Ahmad di depan rumah kos pelaku. Tirakatan maksudnya kenduri malam untuk mengenang proklamasi kemerdekaan Indonesia. 

Lima Fakta Seputar Imam Mustofa asal Sumenep, Penyerang Markas Polsek Wonokromo, Surabaya

Polda Jatim Sebut Motif Jihad di Balik Penyerangan Terhadap Anggota Polsek Wonokromo, Surabaya

https://facebook.com/suryamalang.tribun | SURYAMALANG.COM | IG: @suryamalangcom
https://facebook.com/suryamalang.tribun | SURYAMALANG.COM | IG: @suryamalangcom (.)

Imam Mustofa diketahui tinggal di kamar kos pasutri yang totalnya delapan kamar.

"Kami tahu mana yang biasa kumpul dan tidak," kata dia.

Senada dengan Ahmad, Ketua RT III Ainun Arif (43) mengaku warganya sudah tidak lagi berkumpul dengan warga sekitarnya.

Ainun mengatakan, beberapa tahun belakangan ini, Imam Mustofa tidak beraktifitas bersama tetangganya dan memilih di sekolah Baiturohman.

"Di sini kan ada musola, kalau saya pilih salat di sini yang paling dekat. Tapi kalau dia tidak pernah di sini. Kumpulnya di Baiturohman, yang saya tahu. Tapi dia juga jualan di sekolah itu," kata Ainun.

Beberapa warga mengaku tidak menyangka kejadian yang dilakukan Imam Mustofa.

"Anak saya kecil sering main ke sana, main sama anaknya. Biasa saja kesehariannya tidak tahu juga ada yang mencurigakan. Dia tertutup tidak pernah banyak omong," kata Ainun.

Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved