Kabar Surabaya

Gubernur Jatim Telepon Mohon Maaf pada Gubernur Papua dan Wagub Papua Barat

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa: Saya mewakili masyarakat Jawa Timur meminta maaf, kalau ada pernyataan warga Jatim...

Gubernur Jatim Telepon Mohon Maaf pada Gubernur Papua dan Wagub Papua Barat
SURYA.co.id/Hayu Yudha Prabowo
BENTROK DEMONTRASI - Kapolres Malang Kota, AKBP Asfuri menenangkan massa aksi dari Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) di Jalan Kahuripan, Kota Malang, Kamis (15/8/2019). Bentrok dua kubu massa aksi dari AMP dan Aliansi Malang Kondusif serta warga ini menyebabkan sejumlah massa aksi dari dua kubu serta aparat keamanan mengalami luka-luka akibat aksi saling lempar batu. 

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar ParawansaSaya mewakili masyarakat Jawa Timur meminta maaf, kalau ada pernyataan warga Jatim yang personal diucapkan secara spontan dan menjadi sesuatu yang sensitif, saya pastikan itu personal bukan atas nama warga Jawa Timur.

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengaku sudah menelepon Gubernur Papua terkait kericuhan yang melibatkan mahasiswa Papua di Jawa Timur, baik di Malang maupun Surabaya.

Bahkan Khofifah juga menindaklanjuti permasalahan tersebut dengan menelepon Wakil Gubernur Papua barat.

Khofifah menyampaikan langsung permohonan maafnya atas nama pemerintah Jawa Timur dan mewakili masyarakat Jawa Timur.

"Saya sudah telepon Gubernur Papua dan wagub Papua Barat. Saya mengawali dengan menyampaikan permohonan maaf jika ada pernyataan masyarakat yang secara spontanitas dan menjadi sensitif bagi masyarakat Papua," kata Khofifah saat dikonfirmasi di Grahadi, Senin (19/8/2019).

Polisi Pakai Rompi Antipeluru, Dobrak Asrama Mahasiswa Papua di Surabaya, 43 Orang Dibawa ke Markas

UPDATE Kondisi Terkini di Manokwari, Terjadi Kerusuhan Massa, Gedung DPRD Papua Barat Dibakar

Mahasiswa Papua di Surabaya Menjawab: Omong Kosong soal Bendera Merah Putih Dirusak atau Dibuang

https://facebook.com/suryamalang.tribun | SURYAMALANG.COM | IG: @suryamalangcom
https://facebook.com/suryamalang.tribun | SURYAMALANG.COM | IG: @suryamalangcom (.)

Ia memastikan bahwa apa yang menjadi pernyataan warga tersebut bukanlah pernyataan yang mewakili masyarakat Jawa Timur.

"Saya mewakili masyarakat Jawa Timur meminta maaf, kalau ada pernyataan warga jatim yang personal diucapkan secara spontan dan menjadi sesuatu yang sensitif, saya pastikan itu personal bukan atas nama warga Jawa Timur," tandasnya.

Selain itu ia juga memberikan jaminan pada seluruh mahasiswa Papua yang sedang menempuh pendidikan di Jawa Timur bahwa mereka dalam kondisi aman dan terlindungi.

Pemerintah akan memberikan perlindungan pada mahasiswa Papua yang ada di Jawa Timur sehingga bisa menyelesaikan pendidikan yang tengah ditempuh dengan tenang dan nyaman.

"Saya ingin sampaikan guarantee seluruh mahasiswa Papua yang sedang kuliah di Jatim, mereka akan terjaga kemanannya, mereka akan terlindungi. Saya berharap mereka tetap melanjutkan studinya secara baik," tegasnya.

Sebelumnya, saat momen peringatan HUT Kemerdekaan RI, terdapat kerusuhan yang melibatkan mahasiswa Papua. Baik di Malang maupun di Surabaya.

Di Surabaya, kerusuhan yang berujung pengosongan asrama mahasiswa Papua oleh kepolisian, disebabkan adanya tuduhan perusakan bendera merah putih oleh mahasiswa Papua dan dibuang ke selokan.

Sedangkan di Malang, kericuhan juga terjadi melibatkan mahasiswa Papua dengan warga.

Pasalnya aliansi mahasiswa Papua tersebut menuntut hak-hak Papua dalam rangka memperingati 57 tahun perjanjian New York. Aksi tersebut mendapat penghadangan oleh warga dan berujung bentrok dan pengamanan oleh pihak kepolisian.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved