Kota Batu

Jaksa Kantongi Informasi Terkait Penyertaan Modal Batu Wisata Resource (BWR) Senilai Rp 3 Miliar

Tim khusus ini dibentuk berdasarkan laporan dari warga sehubungan dengan pernyataan modal ke Batu Wisata Resource (BWR) pada 2017 senilai Rp 3 miliar.

Jaksa Kantongi Informasi Terkait Penyertaan Modal Batu Wisata Resource (BWR) Senilai Rp 3 Miliar
Benni Indo
Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Batu, Hendra Hidayat. 

SURYAMALANG.COM, BATU - Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Batu, Hendra Hidayat, mengatakan, pihaknya telah membentuk tim khusus.

Tim khusus ini dibentuk berdasarkan laporan dari warga sehubungan dengan pernyataan modal ke Batu Wisata Resource (BWR) pada 2017 senilai Rp 3 miliar.

Hendra menjelaskan, Kejari Batu telah mengantongi sejumlah informasi terkait aduan warga. Salah satu yang dijelaskan Hendra bahwa belum adanya pertanggungjawaban pernyetaan modal senilai Rp 3 miliar.

Tim khusus Kejari Batu sedang melakukan pengumpulan bahan dan keterangan saat ini. Setelah itu, Kejari Batu akan membuat telaahannya.

https://facebook.com/suryamalang.tribun | SURYAMALANG.COM | IG: @suryamalangcom
https://facebook.com/suryamalang.tribun | SURYAMALANG.COM | IG: @suryamalangcom (.)

"Kami akan buat telaah, setelah itu kami laporkan ke pimpinan, Kajari. Karena kalau untuk tindak lanjut menunggu perintah dari pimpinan," ujar Hendra saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (19/8/2019).

Sejauh ini, Kejari Batu belum memiliki dokumen laporan pertanggungjawan pernyataan modal senilai Rp 3 M. Kejari Batu juga akan mencari informasi langsung ke BWR dan juga DPRD Batu.

"Bahwa mereka juga di dalam pernyetaan modal ada di BUMD. Bentuknya seperti apa, kami belum tahu," paparnya.

Dijelaskan Hendra, dalam penyelidikan, tidak harus memanggil memanggil phak teerkait. Berbeda ketika penyidikan, Kejari akan memanggil pihak terkait.

Sehubungan dengan laporan masyarakat itu, Hendra menjelaskan sebelumnya sudah ada perkara dengan BWR dan direktur yang lama telah disidang.

"Nah, ternyata dengam kepengurusan yang baru kurang lebih seperti itu juga. Bahwa terhadap pernyetaan modal, belum ada pertanggungjawaban yang mumpuni," ungkapnya.

Halaman
12
Penulis: Benni Indo
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved