Arema Malang

Skor Arema FC Vs Barito Putera 2-1, Milomir Seslija: Kami Beruntung Bisa Kalahkan Barito

Pelatih Arema FC, Milomir Seslija, mengakui Barito Putera merupakan lawan yang sulit.

Skor Arema FC Vs Barito Putera 2-1, Milomir Seslija: Kami Beruntung Bisa Kalahkan Barito
Hayu Yudha Prabowo
BEREBUT BOLA - Gelandang Arema FC, Makan Konate berebut bola dengan bek Barito Putera, Dandi MA dalam lanjutan Liga 1 di Stadion Kanjuruhan Kepanjen, Kabupaten Malang, Senin (19/8/2019). 

SURYAMALANG.COM, KEPANJEN - Arema FC mengalahkan Barito Putera dengan skor 2-1, Senin (19/8/2019) malam di Stadion Kanjuruhan.

Pelatih Arema FC, Milomir Seslija, mengakui  Barito Putera merupakan lawan yang sulit.

Hal ini terbukti dari sulitnya Arema FC mencetak gol meski berakhir menang.

Namun menurut Milo, motivasi tinggi yang dibawa para pemain Barito Putera cukup membuat pemainnya keteteran.

"Sebelumnya saya sudah memprediksi pertandingan akan sulit karena Barito bagus, apalagi tenaga pemain kami terkuras setelah lawan Persebaya," kata Milomir Seslija, Senin (19/8/2019).

GALERI FOTO - Momen Perjuangan Keras Arema FC Kalahkan Barito Putera dengan Skor Tipis 2-1

Tak hanya itu, Milo juga mengakui jika kemenangan pekan ke-15 ini tak lepas dari faktor keberuntungan, karena pada injury time, skor timnya nyaris disamai oleh Barito.

"Babak pertama sebenarnya kami bisa menambah gol karena ada peluang gol. Saya akui Arema beruntung pada pertandingan malam ini, tapi pada dasarnya Arema ingin menang," ujarnya.

"Saya juga ucapkan terimakasih pada aremania yang mendukung, sehingga kami bisa mempertahankan kemenangan," tambah Milo.

Sementara itu Pelatih Barito Putera Yunan Helmi mengatakan jika sejatinya tim asuhannya telah berjuang maksimal, meskipun lagi-lagi gagal meraih poin dan memperpanjang rekor kalah.

"Pertandingan berjalan cukup seru. Babak pertama kami akui ball position kalah, namun babak kedua rencana kami sebenarnya berjalan terbukti dari peluang yang tercipta," ungkap Yunan Helmi.

Bicara soal dua gol yang bersarang ke gawangnya, Yunan mengakui jika itu terjadi karena faktor miskomunikasi antara para pemain.

"Dua gol tercetak begitu mudah memang karena miskomunikasi. Transisi dari menyerang ke bertahan terlambat. Yang jelas sepak bola tidak hanya menyerang tapi juga mengatur ritme bertahan," jelas Yunan.(

Penulis: Dya Ayu
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved