Malang Raya

AMPU Galang Dana Bantu Mahasiswa Yang Kesulitan Bayar UKT

AMPU UIN Maulana Malik Ibrahim (Maliki) Malang melakukan aksi pengalangan dana di empat titik di kampus

AMPU Galang Dana Bantu Mahasiswa Yang Kesulitan Bayar UKT
SURYAMALANG.COM/Sylvianita Widyawati
Para relawan Aliansi Mahasiswa Peduli UKT (AMPU) yang menjaring donasi di empat titik di kampus UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Senin (19/8/2019). 

SURYAMALANG.COM, LOWOKWARU - Aliansi Mahasiswa Peduli UKT (AMPU) UIN Maulana Malik Ibrahim (Maliki) Malang melakukan aksi pengalangan dana di empat titik di kampus, Senin (19/8/2019). Mereka menamakan Aksi Galang Dana 19819.

“Ini merupakan aksi kedua setelah aksi pertama pada Jumat (16/8/2019) lalu,” jelas Albab, Koordinator aksi kedua pada suryamalang.com.

Aksi kedua berlangsung damai. Hanya istigotsah yang diikuti 100 mahasiswa dan dilanjutkan pengumpulan dana.

Para relawan AMPU membawa kotak-kotak bertuliskan galang dana. Hanya terdengar suara relawan himbauan memberikan donasi untuk membantu mahasiswa.

Albab tidak menyebutkan berapa target pengumpulan dana. Namun diharapkan bisa sebanyak-banyaknya.

Mereka yang mau mendonasikan dicatat nama dan jumlah donasinya. Dikatakan Albab, sejak aksi pertama pada Jumat lalu, belum ada respons dari rektorat. Misalkan memberi jawaban tertulis atau menerima mereka.

“Pak Wakil Rektor III memang menemui kami tapi lebih kearah mendamaikan. Sedang Pak Rektor sampai saat ini belum bertemu,” tuturnya.

Dikatakan, aksi pertama lalu dilakukan karena ada keluhan soal UKT dari mahasiswa baru (maba).

Menurut dia, untuk mahasiswa baru UIN selain wajib membayar mahad Rp 7,5 juta juga membayar UKT.

Maba yang mengeluh antara lain dari jalur mandiri. Dimana antara pembayaran mahad dan UKT waktunya mepet.

Kemudian kampus memberi kelonggaran waktu membayar sampai 31 Agustus 2019 dengan surat perjanjian.

Ditambahkan Agus, simpatisan AMPU, untuk banding UKT sebenarnya cukup banyak. Namun aturannya dengan melihat IP atau IPK mahasiswa.

Padahal masalah UKT itu, assesmentnya berdasarkan kondisi ekonomi keluarga mahasiswa. Tapi jika memakai dasar IPK, dikritisi karena ini bukan untuk mendapat beasiswa.

Kata mereka, dengan aksi ini diharapkan pimpinan UIN tahu bahwa ada juga mahasiswanya yang kesulitan membayar UKT.

Penulis: Sylvianita Widyawati
Editor: Zainuddin
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved