Kabar Blitar

Ada 21 Pelajar Papua di Blitar, Begini Pengalaman, Perasaan dan Harapan Mereka

Ada 21 pelajar asal Papua yang belajar di Blitar. Para pelajar ini merupakan peserta program afirmasi pendidikan menengah (Adem).

Ada 21 Pelajar Papua di Blitar, Begini Pengalaman, Perasaan dan Harapan Mereka
Samsul Hadi
PELAJAR PAPUA - Ap Ane Betho Doga (18), terlihat bersemangat mengikuti lomba makan kerupuk di halaman Mapolres Blitar Kota, Rabu (21/8/2019). 

Ada 21 pelajar asal Papua yang belajar di Blitar. Para pelajar ini merupakan peserta program afirmasi pendidikan menengah (Adem) di Jawa Timur.

SURYAMALANG.COM, BLITAR - Ap Ane Betho Doga (18), terlihat bersemangat mengikuti lomba makan kerupuk di halaman Mapolres Blitar Kota, Rabu (21/8/2019). Pemuda asal Wamena, Provinsi Papua, ini berhasil memenangkan lomba makan kerupuk.

"Saya dapat juara satu lomba makan kerupuk," kata siswa kelas 12 SMA Katolik Diponegoro, Kota Blitar, itu usai mengikuti lomba di halaman Mapolres Blitar Kota.

Betho, panggilannya, merupakan satu dari 21 siswa asal Papua yang sedang menempuh pendidikan di Kota Blitar. Sejumlah pelajar dari Papua itu diundang mengikuti sejumlah perlombaan untuk merayakan HUT ke-74 Kemerdekaan RI di Mapolres Blitar Kota.

Selain pelajar asal Papua, acara itu juga diikuti para siswa asal Kota Blitar. Baik pelajar dari Papua dan dari Kota Blitar terlihat berbaur menjadi satu mengikuti sejumlah perlombaan.

Mereka juga ikut lomba balap kelereng dan sungai beracun. Para peserta terlihat kompak saat ikut lomba sungai beracun. Peserta lomba sungai beracun ini berkelompok. 

Satu kelompok terdiri atas lima orang yang bercampur antara pelajar asal Papua dan asal Blitar. Lomba sungai beracun ini berjalan dengan di atas tiga papan dari tempat botol minuman. Mereka tidak boleh jatuh dari papan sampai garis finish.

"Biasanya di sekolah juga diadakan lomba tiap memperingati HUT Kemerdekaan RI. Tapi ikut lomba di luar sekolah baru pertama ini. Acara ini bagus, saya bisa kenal dengan siswa di sekolah lain," ujar Betho.

Betho sudah tiga tahun ini tinggal di Kota Blitar. Dia bisa sekolah di Kota Blitar karena ikut program afirmasi pendidikan menengah di Jawa Timur. S

Selama di Blitar, Betho mengaku baik-baik saja dengan teman-teman di sekolahnya.

Halaman
12
Penulis: Samsul Hadi
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved